MEGAPOLITIK.COM - Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih bentukan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diketahui memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng.
Tak sedikit dari mereka yang menempuh pendidikan tinggi di universitas ternama luar negeri, baik di Amerika Serikat, Inggris, Australia, maupun Singapura.
Kehadiran para menteri berpengalaman internasional ini disebut menjadi salah satu kekuatan kabinet dalam menghadapi tantangan global.
Selain memperkaya perspektif kebijakan, pengalaman akademik di luar negeri juga diyakini dapat memperkuat diplomasi dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Inilah daftar lengkap para menteri Kabinet Merah Putih yang tercatat pernah menimba ilmu di luar negeri.
1. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan)
Raja Juli Antoni pernah menempuh pendidikan luar negeri, S2 di University of Bradford, Inggris lewat beasiswa Chevening Award pada tahun 2004.
Sementara itu, S3 di University of Queensland, Australia lewat beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2010.
2. Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian)
Agus Gumiwang Kartasasmita menempuh pendidikan luar negeri pada jenjang sekolah menengah dan sarjana.
Ia Kartasasmita bersekolah di Knox High School, New York dan Williston Northampton High School di AS, kemudian meraih gelar Bachelor of Science di Pacific Western University, California.
3. Yassierli (Menteri Ketenagakerjaan)
Yassierli memperoleh gelar doktor (PhD) di bidang Industrial and Systems Engineering dari Virginia Polytechnic Institute and State University, Amerika Serikat (Virginia Tech) pada tahun 2005.
4. Fadli Zon (Menteri Kebudayaan)
Fadli Zon menempuh pendidikan luar negeri ketika SMA melalui program pertukaran pelajar AFS di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, dan lulus dengan predikat summa cum laude.
Dia kemudian melanjutkan studi S2 di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, meraih gelar Master of Science di bidang Development Studies.
5. Yusril Ihza Mahendra (Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi & Pemasyarakatan)
Yusril Ihza Mahendra pernah melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yaitu program pascasarjana di University of the Punjab, Pakistan, serta meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dalam Ilmu Politik dari Universiti Sains Malaysia di Penang.
6. Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan)
Purbaya Yudhi Sadewa melanjutkan pendidikan luar negerinya di Purdue University, Amerika Serikat, tempat di mana ia meraih gelar Master of Science (MSc) dan Doctor (PhD) di bidang Ilmu Ekonomi.
7. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara (Menteri Transmigrasi dan percepatan Kawasan Timur Indonesia)
Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara menempuh pendidikan luar negeri, termasuk Sekolah Lanjutan Perwira di India dan US Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat.
Ia juga meraih gelar Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University pada 2016.
8. Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal)
Rosan Perkasa Roeslani meraih gelar Bachelor of Arts di bidang Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada tahun 1992.
Kemudian, ia melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari European University, Antwerpen, Belgia, pada tahun 1995.
9. Widiyanti Putri Wardhana (Menteri Pariwisata)
Widiyanti Putri Wardhana menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, meraih gelar Bachelor of Science di bidang Administrasi Bisnis dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat, pada tahun 1993.
10. Teuku Riefky Harsya (Menteri Ekonomi Kreatif)
Teuku Riefky Harsya menempuh pendidikan luar negeri di Norwich University, Amerika Serikat, pada tahun 1990–1994, meraih gelar Sarjana Komunikasi Massa.
Kemudian, ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia, memperoleh gelar Magister Teknik Kimia pada tahun 2013.
11. Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian)
Airlangga Hartarto pernah menempuh pendidikan di luar negeri dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia, pada tahun 1996, dan Master of Management Technology dari University of Melbourne, Australia, pada tahun 1997.
Selain itu, ia juga mengikuti program Advanced Management Program (AMP) di Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada tahun 1993.
12. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan)
Pada tahun 2004, Raja Juli Antoni melanjutkan studi magister di University of Bradford, Inggris.
Kemudian, pada tahun 2010, ia melanjutkan studi doktoral di University of Queensland, Australia, melalui program Australian Development Scholarship (ADS), dan meraih gelar PhD.
13. Meutya Viada Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital)
Meutya Viada Hafid menempuh pendidikan luar negeri di University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, meraih gelar Sarjana Teknik Manufaktur pada tahun 2000.
14. Erick Thohir (Menteri Pemuda dan Olahraga)
Ia memperoleh gelar Bachelor of Arts dari Glendale Community College, California, pada tahun 1991.
Kemudian melanjutkan studi di National University, California, meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1993.
15. Muhammad Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri)
Pada tahun 1993, ia memperoleh gelar Master of Arts (MA) dalam bidang Police Studies dari University of Exeter, Inggris.
Selanjutnya, pada tahun 1998, ia menyelesaikan studi di Massey University, Selandia Baru, meraih gelar Bachelor of Arts (BA), lalu pada 2013 Tito meraih gelar PhD dalam bidang Strategic Studies dengan fokus pada terorisme dan radikalisasi Islam dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
16. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi)
Pada tahun 1999, Brian Yuliarto studi ke Jepang.
Di University of Tokyo, ia meraih gelar Magister Teknik (M.Eng.) pada tahun 2002 dan Doktor (Ph.D.) pada tahun 2005 di bidang Quantum Engineering and Systems Science.
17. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar & Menengah)
Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, menempuh pendidikan tinggi di luar negeri di Flinders University of South Australia, meraih gelar Magister Pendidikan (M.Ed.).
18. Pratikno (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)
Pratikno menempuh studi di University of Birmingham, Inggris, meraih gelar Master of Social Science (M.Soc.Sc.) pada tahun 1991.
Kemudian, ia memperoleh gelar Ph.D. dalam Ilmu Politik dari Flinders University of South Australia pada tahun 1996.
19. Rini Widyantini (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)
Rini Widyantini menempuh pendidikan tinggi di luar negeri di Flinders University of South Australia, meraih gelar Master of Public Management (MPM) pada tahun 1999.
Kesimpulan
Dari 19 menteri Kabinet Merah Putih yang disebutkan, semuanya memiliki pengalaman pendidikan di luar negeri, mulai dari jenjang magister hingga doktoral, bahkan ada yang menempuh pendidikan menengah dan sarjana di luar negeri.
Latar pendidikan internasional ini mencerminkan pengalaman global para menteri, yang diyakini memperkuat perspektif kebijakan, diplomasi, dan daya saing Indonesia di kancah internasional. (daf)





