MEGAPOLITIK.COM - Isu ambisi Donald Trump untuk menguasai Greenland kembali mencuat dan memicu perdebatan geopolitik global.
Meski terdengar kontroversial, wacana ini bukan sekadar retorika politik.
Di baliknya, terdapat kalkulasi strategis yang mencakup sumber daya alam, keamanan Arktik, hingga doktrin kekuasaan ala abad ke-19.
Setidaknya ada tiga alasan yang mencuat soal faktor utama mengapa Trump terus menaruh perhatian besar pada Greenland.
1. Sumber Daya Mineral Besar dan Belum Tergarap
Alasan paling kuat di balik ambisi Trump adalah kekayaan sumber daya alam Greenland.
Wilayah ini menyimpan cadangan mineral strategis dalam jumlah besar, mulai dari tanah jarang (rare earth), uranium, hingga logam penting untuk industri teknologi dan pertahanan.
Bagi Trump, akses terhadap SDA mineral bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga senjata geopolitik.
Sejak menjabat, ia dikenal mendorong perusahaan Amerika mendapat prioritas dalam eksploitasi sumber daya global, termasuk di Ukraina dan Venezuela.
Greenland dipandang sebagai peluang besar berikutnya.
Meski demikian, secara hukum internasional, Amerika Serikat tidak perlu menguasai Greenland untuk menambang.
Eksploitasi dilakukan oleh perusahaan, bukan negara.





