MEGAPOLITIK.COM - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, resmi melantik Frank Alexander Hutapea dan vokalis band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Pelantikan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
Pelantikan dilakukan bersama 10 tenaga ahli lainnya yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang.
Frank Alexander Hutapea merupakan anak sulung dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.
Sementara, Noe Letto adalah putra dari dari Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, yang dikenal sebagai budayawan, sastrawan, dan pemikir Indonesia yang berpengaruh selama puluhan tahun melalui karya sastra, esai, hingga forum diskusi kebangsaan.
Sebagai anak dari sosok ternama tanah air, publik pun dibuat penasaran apakah alasan ditunjuknya putra dari Hotman Paris dan Cak Nun ini.
Alasan Penunjukkan Frank dan Noe
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pengangkatan Frank Alexander Hutapea dan Noe Letto sebagai tenaga ahli bersifat profesional dan tidak berhubungan dengan latar belakang personal di luar kapasitas jabatan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo, mengklaim bahwa seluruh tenaga ahli yang dilantik, termasuk Frank Alexander Hutapea dan Noe Letto, ditetapkan melalui mekanisme seleksi yang sama.
Menurutnya, proses pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kapasitas profesional, serta tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya.
Pemerintah mengklaim telah memiliki sistem rekrutmen yang dirancang untuk memastikan setiap tenaga ahli memiliki integritas, keahlian, dan kompetensi yang relevan dengan tantangan pertahanan nasional.
Menteri Pertahanan dan jajarannya menegaskan bahwa keputusan menunjuk Frank Alexander Hutapea dan Noe Letto sebagai tenaga ahli karena kebutuhan organisasi dan kompetensi yang dimilikinya.
Profil Frank Alexander Hutapea
Frank Alexander Hutapea merupakan anak pertama dari pasangan Hotman Paris dan Agustianne Marbun.
Frank Alexander Hutapea mengawali perjalanan profesionalnya di dunia hukum setelah menuntaskan pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada 2013.
Tak berhenti di situ, Frank Alexander Hutapea memperdalam keahliannya dengan melanjutkan studi ke University of Kent, Inggris, dengan fokus pada bidang Banking, Corporate, Finance, serta Security Law.
Lahir tahun 1991, Frank Alexander Hutapea memiliki dua adik, yakni Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Junior Hutapea.
Dalam kehidupan pribadi, Frank Alexander Hutapea diketahui telah menikah dengan Winona Delany Tandra.
Sejak awal menapaki dunia profesional, Frank Alexander Hutapea telah terlibat dalam berbagai perkara hukum strategis.
Frank Alexander Hutapea kerap mendampingi sang ayah dalam menangani kasus-kasus besar, mulai dari litigasi komersial dan keuangan, kepailitan serta restrukturisasi, hingga sengketa administrasi dan perpajakan.
Pengalaman lintas bidang tersebut membuat Frank Alexander Hutapea dikenal sebagai salah satu pilar penting di firma hukum Hotman Paris & Partners.
Profil Noe Letto
Sabrang Mowo Damar Panuluh, akrab disapa Noe, lahir pada 10 Juni 1979 di Yogyakarta dan dikenal luas sebagai vokalis serta keyboardis band pop Letto.
Nama Letto melejit sejak awal 2000-an dengan lagu-lagu, seperti Sandaran Hati dan Ruang Rindu, yang menjadi hits di Tanah Air.
Cak Nun, atau Emha Ainun Nadjib, adalah seorang intelektual muslim, penyair, esais, kyai, ulama, dan budayawan Indonesia yang sangat dihormati, dikenal karena karya sastra bernuansa Islami dan kritik sosialnya yang tajam, serta memimpin kelompok < Maiyah dan Gamelan Kiai Kanjeng, menginisiasi diskusi lintas disiplin ilmu dengan tema kebangsaan dan spiritualitas.
Noe resmi mempersunting Fauzia Fajar Putri pada Februari 2010, yang dikaruniai dua orang anak bernama Rih Anawai Lu’lu Bodronoyo dan Miyah Azali Mudraia Ismoyo.
Noe mengawali perjalanan pendidikannya di SD 1 Yosomulyo, lalu melanjutkan ke SMP Xaverius di Lampung, kemudian bersekolah di SMAN 7 Jogja, selanjutnya menempuh studi di University of Alberta, Kanada, dengan mengambil bidang Matematika dan Fisika.
Perjalanan karier Noe bermula dari dunia musik lewat band Letto yang ia bentuk pada 2004 bersama sejumlah sahabatnya.
Band pop Letto ini resmi menandai debutnya di industri musik Tanah Air pada 2005 melalui album perdana bertajuk Truth, Cry, and Lie.
Tak hanya berkutat di dunia tarik suara, pria kelahiran 10 Juni 1979 ini juga melebarkan sayap ke industri perfilman.
Pada 2008, Noe mendirikan rumah produksi Pic[k]Lock Films bersama Demi Umaya Rachman.
Melalui label tersebut, sejumlah film telah diproduksi, antara lain Minggu Pagi di Victoria Park, Guru Bangsa Tjokroaminoto, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya, serta Sampai Nanti, Hanna!. Dalam berbagai catatan perfilman, Noe tercantum sebagai produser untuk film-film tersebut.
(pra)





