MEGAPOLITIK.COM - Bahasa Portugis yang diucapkan mayoritas penduduk Brasil, bakal diagendakan untuk masuk dalam pengajaran di kurikulum pendidikan di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menginginkan bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa prioritas dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat jumpa pers bersama Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
“Karena pentingnya hubungan ini, saya sudah memutuskan bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita agar hubungan Indonesia-Brasil lebih erat,” ujar Prabowo.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya mempererat hubungan diplomatik dengan Brasil, negara dengan jumlah penutur bahasa Portugis terbesar di dunia.
Perbandingan Jumlah Penutur Bahasa Portugis - Bahasa Mandarin
Menurut data dari Ethnologue (2023), bahasa Mandarin memiliki sekitar 1,1 miliar penutur, menjadikannya bahasa dengan jumlah penutur terbanyak kedua di dunia setelah bahasa Inggris.
Mayoritas penuturnya berada di Tiongkok, Taiwan, Singapura, serta komunitas diaspora Tionghoa di seluruh dunia.
Sementara itu, bahasa Portugis diperkirakan memiliki sekitar 266–279 juta penutur di seluruh dunia, dengan Brasil menjadi pusat utama penggunaannya, sekitar 214 juta orang.
Persentase Global
- Portugis: ± 3–4% dari total penduduk dunia.
- Mandarin: ± 14–15% dari total penduduk dunia.
Meskipun jumlah penutur Portugis lebih sedikit dibanding Mandarin, bahasa ini tetap memiliki pengaruh strategis di beberapa wilayah dunia.
Distribusi Geografis
- Portugis: Digunakan di Brasil, Portugal, negara-negara Afrika seperti Angola, Mozambik, Guinea-Bissau, serta di Timor Leste, Macau, dan Goa (India).
Mandarin: Mayoritas digunakan di Tiongkok, Taiwan, Singapura, serta oleh komunitas diaspora Tionghoa di seluruh dunia.
Penggunaan di Dunia Digital
- Portugis: ± 3,9% konten internet.
- Mandarin: ± 19–20% konten internet, jauh lebih dominan dibanding Portugis (Wikipedia, Languages used on the Internet).
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan keputusan ini selaras dengan upaya Prabowo membangun hubungan spesial atau new special relationship antara kedua negara.
“Presiden ingin hubungan baru yang lebih erat. Dengan mengajarkan bahasa Portugis, komunikasi antara Indonesia dan Brasil akan lebih mudah, mendukung diplomasi dan kerja sama ekonomi di masa depan,” ujar Sugiono.
Keputusan ini diharapkan mempermudah interaksi, memperkuat diplomasi, dan memperluas peluang ekonomi antara kedua negara. (tam)
- Urutan Suara Terbanyak Parpol Nonparlemen Berdasarkan Persentase Pemilu 2024, PSI Peringkat Dua
- Indonesia Mau Ngegas Mobil Nasional, Ini Produk Buatan Vietnam dan Malaysia yang Sudah Laku di Pasar Luar Negeri
- 1 Tahun Prabowo–Gibran, Survei Expert Judgment CELIOS Beri Data Kinerja POLRI Kategori Sangat Buruk, TNI Lebih Baik





