MEGAPOLITIK.COM - Board of Peace adalah inisiatif internasional yang diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendukung perdamaian global, dimulai dari konflik di Gaza dan kemungkinan diperluas ke konflik lainnya.
Sejak diluncurkan, Board of Peace ini menarik respons luas dari berbagai negara di seluruh dunia.
Beberapa negara telah menerima undangan untuk bergabung, sementara sejumlah negara lain menolak atau belum menerima tawaran keanggotaan Board of Peace karena berbagai pertimbangan diplomatik dan politik tingkat tinggi.
Namun beberapa negara menolak dengan tegas untuk tidak bergabung dalam Board of Peace.
Negara-Negara yang Telah Menolak
Berikut ini adalah negara-negara yang telah secara resmi menolak bergabung dengan Board of Peace:
- Austria
- Prancis
- Jerman
- Yunani
- Irlandia
- Italia
- Norwegia
- Polandia
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Ukraina
- Inggris
- Vatican
- Meksiko
- Malaysia
Penolakan Negara-Negara Ini
Negara-negara menolak bergabung dengan Board of Peace meskipun menerima undangan awal dari pemerintah AS.
Beberapa negara menolak untuk bergabung Board of Peace ini muncul di tengah diskusi global tentang peran badan tersebut dalam diplomasi internasional dan hubungan multilateral.
Beberapa pemerintah Eropa besar seperti Prancis, Jerman, dan Inggris memilih untuk tidak berpartisipasi karena mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang mekanisme kerja organisasi ini dibandingkan dengan lembaga internasional yang sudah ada.
Dalam beberapa kasus, negara-negara Eropa barat ini juga belum menegaskan komitmen terhadap struktur dan mandat Board of Peace.
Selain blok Eropa, negara-negara lain seperti Ukraina juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan duduk sebagai anggota dalam struktur tersebut.
Penolakan semacam ini mencerminkan pandangan penting di tingkat global bahwa meskipun tujuan perdamaian adalah prioritas, beberapa negara mempertimbangkan kerangka kerja, legitimasi hukum internasional, dan dampak terhadap organisasi multilateralisme seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum berkomitmen pada sebuah badan baru.
Sementara itu Vatican juga menyatakan sikap menolak untuk ikut bergabung, menegaskan fokusnya tetap pada kerja diplomasi dan bantuan kemanusiaan yang bersifat netral dan independen.
Beberapa negara lain diketahui masih belum menerima atau menolak tawaran keanggotaan, namun beberapa negara hadir dalam pertemuan perdana Board of Peace sebagai pengamat seperti Korea Selatan.
Respons beragam ini menunjukkan bahwa meskipun Board of Peace berhasil menarik perhatian internasional, dukungan global terhadap keanggotaan penuh masih belum merata. (daf)





