Kamis, 2 April 2026
DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Ingatkan Ancaman Banjir, Minta Kontrol Pengawasan Hutan Diperketat Usai Tragedi di Sumatera

Selasa, 25 November 2025 - 20:11

DPRD KALTIM - Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra/Foto: IG @dprdkaltimofficial

MEGAPOLITIK.COM - Kekhawatiran mengenai potensi banjir kembali mencuat di Kalimantan Timur setelah serangkaian bencana serupa di sejumlah daerah di Sumatera memberikan sinyal bahaya bagi wilayah-wilayah dengan kondisi lingkungan yang mirip.

Komisi II DPRD Kaltim menilai bahwa situasi di Bumi Etam tak jauh berbeda, terutama karena maraknya konversi kawasan hutan yang masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, menyatakan bahwa banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan betapa cepatnya kerusakan lingkungan dapat berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.

Peristiwa itu, katanya, harus menjadi pengingat keras bagi Kaltim yang kini menghadapi tekanan besar akibat berbagai aktivitas industri.

“Alam sebenarnya sudah memberi peringatan, dan kita tidak boleh lagi mengabaikannya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa degradasi hutan tidak hanya menjadi persoalan ekologi, namun juga berdampak langsung pada kehidupan warga.

Kemunculan gelondongan kayu besar saat banjir di Sumatera memperlihatkan bahwa praktik pembalakan, baik yang terdaftar maupun yang ilegal, masih terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan.

“Meskipun kayunya terlihat lapuk, jumlahnya menunjukkan intensitas pembalakan yang sudah sangat tinggi. Ini perlu menjadi refleksi bagi Kaltim,” tambahnya.

Nurhadi turut menyoroti perluasan perkebunan dan kegiatan ekstraktif yang terus berkembang di berbagai wilayah Kaltim.

Berkurangnya kawasan hutan yang berfungsi sebagai penyangga dan pengendali air membuat hujan dengan intensitas sedang pun berpotensi memicu bencana, apalagi di daerah yang memiliki kontur rawan.

Komisi II DPRD Kaltim mendorong adanya pengawasan yang jauh lebih ketat terhadap perubahan fungsi hutan, khususnya terkait perkebunan sawit, sektor kehutanan, dan aktivitas lain yang memengaruhi tata ruang secara besar-besaran.

Tanpa kebijakan yang tegas, mereka menilai bahwa ancaman banjir besar seperti yang terjadi di Sumatera bukan lagi sesuatu yang hipotetis, tetapi bisa menjadi kejadian nyata yang menimpa Kaltim kapan pun. (adv)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink