MEGAPOLITIK.COM - Pramono Anung Wibowo melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada awal masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikan pada 10 April 2025 dan berstatus verifikasi administratif lengkap.
Pramono Anung mulai menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 20 Februari 2025.
Hingga Januari 2026, Pramono Anung telah menjalani masa jabatan sekitar 11 bulan dari total periode kepemimpinan selama lima tahun.
Masa jabatan tersebut berlangsung untuk periode 2025 hingga 2030 sebagaimana diatur dalam ketentuan pemerintahan daerah.
Berdasarkan dokumen LHKPN, Pramono Anung tercatat berada di bidang eksekutif dengan unit kerja pimpinan tertinggi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Aset Tanah dan Bangunan Dominasi Kekayaan Pramono Anung
Komponen terbesar dalam laporan harta kekayaan Pramono Anung berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai total Rp35.427.059.686.
Aset tersebut tersebar di berbagai daerah, meliputi Jakarta Selatan, Bogor, Kediri, Sleman, Bekasi, serta Buleleng di Bali.
Properti bernilai paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan luas tanah 2.260 meter persegi dan bangunan 1.200 meter persegi senilai Rp24.201.933.686.
Selain properti di Jakarta Selatan, Pramono juga memiliki tanah dan bangunan di Bogor, Kediri, serta Bekasi dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Di Buleleng, Bali, tercatat tiga bidang tanah dengan luas yang cukup besar, termasuk lahan seluas 21.400 meter persegi dan 14.300 meter persegi.
Seluruh aset tanah dan bangunan Pramono Anung tersebut tercatat sebagai hasil sendiri tanpa keterangan kepemilikan bersama atau warisan.
Kendaraan, Surat Berharga, hingga Total Kekayaan Bersih
Dalam kategori alat transportasi dan mesin, Pramono Anung melaporkan kepemilikan empat unit mobil dengan total nilai Rp4.244.377.900.
Kendaraan tersebut meliputi Mini Cooper Sedan tahun 2007, Mitsubishi Outlander tahun 2013, Toyota Alphard tahun 2023, serta Mercedes Benz EQS tahun 2023 dengan nilai tertinggi. Seluruh kendaraan tercatat sebagai hasil sendiri.
Selain kendaraan, Pramono juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp19.135.000.000.
Pramono Anung tercatat memiliki surat berharga dengan nilai mencapai Rp37.250.208.528 serta kas dan setara kas sebesar Rp19.078.728.915.
Tidak terdapat catatan harta lainnya dalam laporan tersebut.
Total Harta Kekayaan Pramono Anung
Total keseluruhan harta Pramono Anung sebelum dikurangi kewajiban tercatat sebesar Rp115.135.375.029.
Sementara itu, jumlah utang yang dilaporkan mencapai Rp616.875.600.
Dengan demikian, total harta kekayaan Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta tercatat sebesar Rp114.518.499.429 pada awal masa jabatannya untuk periode 2025–2030. (daf)





