MEGAPOLITIK.COM - Iran kembali membuka akses pelayaran di Selat Hormuz untuk kapal-kapal komersial setelah periode ketegangan yang sempat mengganggu salah satu jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.
Namun, pembukaan tersebut tidak berarti kebebasan penuh, karena Iran tetap menerapkan aturan ketat bagi seluruh kapal yang melintas.
Berdasarkan laporan Tasnim News Agency dan pernyataan otoritas terkait, Iran menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan ketat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Jalur ini tetap dibuka untuk perdagangan global, tetapi dengan sistem kontrol yang lebih terstruktur dan terpusat di bawah otoritas militer Iran.
Dalam kebijakan terbaru ini, Iran menetapkan tiga syarat utama yang wajib dipatuhi oleh semua kapal.
1. Hanya Kapal Komersil Yang Boleh Melintas
Syarat pertama ialah, hanya kapal komersial yang diizinkan melintas.
Kapal militer secara tegas dilarang memasuki wilayah Selat Hormuz.
Selain itu, muatan kapal juga tidak boleh memiliki keterkaitan dengan negara yang dianggap “bermusuhan” oleh Iran.
2. Rute Khusus Dari Otoritas Iran
Setiap kapal wajib mengikuti rute pelayaran khusus yang telah ditentukan oleh Iran.
Rute ini berada di dalam wilayah pengawasan Iran dan dirancang untuk memastikan kontrol penuh terhadap lalu lintas laut di kawasan strategis tersebut.
Otoritas Iran menyebut jalur ini sebagai bagian dari sistem keamanan navigasi yang telah dipersiapkan sejak awal ketegangan meningkat di kawasan Teluk.
3. Koordinasi dengan Pihak IRGC
Semua kapal harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan IRGC Navy sebelum memasuki Selat Hormuz.
Koordinasi ini mencakup identitas kapal, rute perjalanan, hingga rincian muatan.
Tanpa izin resmi dari IRGC, kapal komersil tidak akan diberikan akses melintas Selat Hormuz.
Upaya Atur Ulang Keamanan Jalur Pelayaran
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk mengatur ulang keamanan jalur pelayaran di tengah situasi regional yang masih tidak stabil.
Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di kawasan Teluk sempat meningkat, membuat aktivitas pelayaran global terganggu dan memicu kekhawatiran di pasar energi internasional.
Meski Iran menyatakan bahwa jalur tersebut kini “terbuka untuk kapal dagang,” sejumlah laporan menunjukkan bahwa lalu lintas kapal masih berjalan hati-hati.
Beberapa perusahaan pelayaran internasional disebut masih menunggu kepastian keamanan sebelum kembali menggunakan rute tersebut secara penuh.
Pengamat maritim menilai kebijakan ini bisa berdampak besar terhadap perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling vital dalam rantai pasok energi dunia. (daf)





