Kamis, 2 April 2026

Jejak Politik Budi Arie: dari Reshuffle Kabinet hingga Ditolak Gabung ke Gerindra

Arah politik Budi Arie Kemana?

Selasa, 11 November 2025 - 20:30

POLITIK - Arah jejak politik Budi Arie setelah ditolak DPC Gerinda/ Foto: dok. kominfo

MEGAPOLITIK.COM - Rencana jejak politik Budi Arie Setiadi untuk bergabung dengan Partai Gerindra berujung pada penolakan dari sejumlah kader partai berlambang kepala garuda itu. 

Budi Arie, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika di era Presiden Joko Widodo tersebut dinilai tidak sejalan dengan nilai dan kultur internal partai.

Penolakan ini muncul setelah Budi Arie secara terbuka menyatakan keinginannya bergabung ke Gerindra, tak lama usai dirinya terdepak dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Kini, langkah pada jejak politik Budi Arie menjadi sorotan publik karena dianggap mencerminkan dinamika dan pergeseran loyalitas pasca transisi kekuasaan nasional.

Jejak Politik Budi Arie

Jejak politik Budi Arie sangat panjang, dikenal sebagai figur dengan latar belakang aktivis dan jurnalis sebelum terjun penuh ke dunia politik.

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Budi Arie aktif dalam gerakan mahasiswa pada era 1990-an dan sempat meniti karier di dunia media dengan mendirikan usaha di bidang jurnalistik dan penerbitan. 

Aktivismenya kemudian membawanya ke arena politik praktis, di mana Budi Arie mulai bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta dan menjabat sebagai Kepala Balitbang PDIP DKI Jakarta pada periode 2005 hingga 2010.

Perjalanan politik Budi Arie semakin dikenal publik saat ia mendirikan organisasi relawan Projo (Pro-Jokowi) pada Agustus 2013. 

Organisasi ini berperan penting dalam memenangkan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. 

Budi Arie pun menjadi salah satu loyalis paling dekat dengan Jokowi dan dikenal sebagai sosok yang kerap membela kebijakan pemerintah. 

Kedekatan Budi Arie dengan Jokowi membuat namanya masuk dalam jajaran pejabat tinggi negara.

Jejak politik Budi Arie makin panjang setelah ia diangkat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) pada periode 2019–2023.

Sebelum kemudian dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny G. Plate pada Juli 2023. 

Usai berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi pada 2024, Budi Arie masih bertahan di lingkar pemerintahan dengan menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM di kabinet Presiden Prabowo Subianto. 

Namun masa tugasnya tak berlangsung lama, pada reshuffle kabinet September 2025, Budi Arie digantikan oleh figur baru. 

Pergantian ini menandai berakhirnya kiprahnya di kabinet, sekaligus membuka babak baru dalam jejak politik Budi Arie.

Fokus Projo

Setelah keluar dari kabinet, Budi Arie kembali fokus memimpin Projo. 

Dalam Kongres III Projo yang digelar November 2025, ia terpilih kembali sebagai Ketua Umum dan langsung mengumumkan perubahan besar dalam arah organisasi. 

Salah satu keputusan paling mencolok adalah penggantian logo Projo, yang selama ini menampilkan siluet wajah Jokowi. 

Menurut Budi Arie, langkah itu diambil agar Projo tidak lagi dianggap sekadar organisasi “pro-Jokowi”, melainkan gerakan rakyat yang berdiri independen. 

Budi Arie menegaskan bahwa kata “Projo” berasal dari bahasa Jawa Kawi yang berarti rakyat atau negeri. 

Niat Gabung Gerindra dan Penolakan

Setelah tidak lagi menjabat di kabinet Presiden Prabowo Subianto, Budi Arie Setiadi menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra

Budi Arie mengaku telah meminta izin kepada relawan Projo dan berkomunikasi dengan sejumlah petinggi partai.  

Namun, rencana Budi Arie itu justru memicu penolakan keras dari kader Gerindra di berbagai daerah.

DPC Gerindra Pematangsiantar menolak langkah tersebut karena dinilai bersifat pragmatis dan tidak melalui proses kaderisasi. 

Penolakan juga datang dari DPC Gerindra Makassar yang menilai Budi Arie hanya mencari tempat baru setelah kehilangan jabatan. 

Sayap muda partai, Tunas Indonesia Raya (Tidar), menegaskan bahwa Gerindra bukan tempat persinggahan bagi tokoh yang datang saat partai sedang berkuasa. 

Dengan gelombang penolakan tersebut, peluang Budi Arie untuk bergabung dengan Gerindra dinilai semakin kecil dan menimbulkan perdebatan luas di publik serta menunjukkan arah bagaimana jejak politik Budi Arie kedepannya.

Kesimpulan

Kesimpulannya, langkah Budi Arie untuk bergabung dengan Gerindra menunjukkan dinamika baru dalam jejak Politik Budi Arie pasca pemerintahan Jokowi. 

Penolakan dari internal partai menandakan bahwa Gerindra tetap menjunjung tinggi proses kaderisasi dan loyalitas. 

Situasi ini menegaskan bahwa Budi Arie kini berada di persimpangan penting dalam jejak politik Budi Arie kedepannya di era pemerintahan baru. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink