Kamis, 2 April 2026

Kesepakatan Indonesia-Amerika Serikat Resmi Disepakati, Ada Skema Khusus Tekstil dan Penghapusan Hambatan Ini

Kesepakatan Dagang Indonesia-Amerika Serikat

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:56

KERJA SAMA - Indonesia–Amerika Serikat capai kesepakatan dagang, atur tarif 19%, kuota tekstil, dan hambatan/ Foto: IST

MEGAPOLITIK.COM - Selain menyepakati penurunan tarif menjadi 19 persen, Indonesia dan Amerika Serikat juga menyetujui serangkaian pengaturan baru terkait standar produk dan penghapusan hambatan non-tarif dalam perjanjian dagang terbaru kedua negara.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah pemberlakuan tarif 0 persen untuk produk tekstil Indonesia melalui mekanisme kuota. 

Skema ini masih akan dibahas lebih lanjut secara teknis oleh kedua pihak.

Kuota tersebut nantinya akan ditentukan berdasarkan jumlah bahan baku asal Amerika Serikat yang digunakan dalam produksi tekstil Indonesia, seperti kapas dan serat buatan (man-made fibre). 

Artinya, semakin besar kandungan bahan baku dari AS yang digunakan, semakin besar peluang produk tekstil Indonesia memperoleh fasilitas bebas tarif.

Pengaturan ini dinilai membuka peluang baru bagi industri garmen nasional untuk memperluas akses ke pasar Amerika, sekaligus mendorong integrasi rantai pasok antara kedua negara.

Indonesia Hapus Hambatan Tarif dan Non-Tarif Produk AS

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen menghapus hambatan tarif terhadap sebagian besar produk Amerika Serikat di berbagai sektor.

Selain itu, pemerintah akan menangani sejumlah hambatan non-tarif yang selama ini menjadi perhatian Washington, termasuk kebijakan persyaratan kandungan lokal (local content requirement). 

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim perdagangan yang lebih terbuka dan transparan.

Indonesia juga akan menerima sejumlah standar produk Amerika Serikat, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan kendaraan, emisi, alat kesehatan, dan farmasi. 

Penyesuaian standar ini dinilai sebagai bagian dari harmonisasi regulasi guna memperlancar arus perdagangan bilateral.

Di sisi lain, Amerika Serikat disebut mencabut permintaan untuk memasukkan ketentuan non-ekonomi dalam perjanjian, termasuk isu pengembangan reaktor nuklir dan persoalan Laut China Selatan. 

Dengan demikian, fokus perjanjian tetap pada aspek perdagangan dan ekonomi.

Bagian dari Kerangka Perdagangan yang Lebih Luas

Kesepakatan ini menjadi bagian dari perjanjian dagang yang lebih luas antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang juga mencakup penurunan tarif serta kerja sama di sektor mineral kritis.

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa seluruh komitmen dalam perjanjian tersebut tetap memperhatikan kedaulatan nasional dan kepentingan industri dalam negeri. 

Implementasi teknis dari sejumlah poin, termasuk mekanisme kuota tekstil dan penyesuaian standar, masih akan dibahas dalam tahap lanjutan.

Perjanjian ini dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah kedua negara menyelesaikan prosedur hukum masing-masing. 

Pemerintah membuka kemungkinan adanya penyempurnaan teknis apabila disepakati bersama.

Dengan masuknya aspek standar produk dan penghapusan hambatan non-tarif dalam kesepakatan ini, hubungan perdagangan IndonesiaAmerika Serikat tidak hanya berfokus pada besaran tarif, tetapi juga pada penyesuaian regulasi yang berpotensi memengaruhi struktur industri dan arus barang kedua negara dalam jangka panjang. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink