Kamis, 2 April 2026
DPRD Kaltim

Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Serius Lonjakan Stunting di Balikpapan, PPU, dan Kubar

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:9

DPRD KALTIM - Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra/ Foto: HO

MEGAPOLITIK.COM - Lonjakan angka stunting yang terjadi di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat (Kubar) mendorong Komisi IV DPRD Kaltim memberikan perhatian khusus. 

Kondisi tersebut dipandang sebagai indikasi serius bahwa penanganan kesehatan masyarakat, khususnya gizi anak, menghadapi hambatan yang tidak bisa diabaikan.

Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan bahwa peningkatan kasus ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah. 

Ia menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur untuk memastikan persoalan tersebut tidak terus berkembang.

“Kami sangat prihatin dan menyoroti serius kenaikan kasus stunting ini. Ini adalah peringatan keras bahwa ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Adni.

Andi Satya menilai bahwa instansi teknis, terutama Dinas Kesehatan di provinsi maupun kabupaten/kota, harus segera mengkaji ulang pelaksanaan program yang selama ini dijalankan.

Ia menyebut perlunya pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama lonjakan, mulai dari kualitas pendataan lapangan, penyaluran dukungan gizi, hingga lemahnya pengawasan program.

Kukar disebutnya sebagai contoh praktik baik. Keberhasilan daerah tersebut menekan angka stunting dianggap dapat menjadi acuan bagi wilayah lain.

“Model keberhasilan Kukar harus segera disebarkan dan diadaptasi daerah lain. Sistem pendataan mereka jelas, dan komitmen kepala daerahnya kuat,” kata Andi Satya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan, bukan hanya penanganan terhadap kasus yang sudah ditemukan. 

Upaya ini menurutnya harus dimulai dari kelompok rawan, terutama ibu hamil dan keluarga berisiko, agar kasus baru tidak terus muncul.

Komisi IV, lanjut Andi, tetap konsisten mendorong penguatan program pengentasan stunting.

Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga, terutama akses air bersih, sanitasi layak, dan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Pembangunan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan sanitasi layak wajib diprioritaskan. Itu faktor kunci untuk mencegah penyakit infeksi yang memperparah kondisi stunting,” tegasnya.

Politisi Golkar tersebut mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dipikul oleh satu dinas saja. 

Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar seluruh program berjalan efektif dan saling mendukung.

“Ini tanggung jawab bersama. Semua pihak harus bergerak serempak,” ujar Andi Setya. (adv)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink