MEGAPOLITIK.COM - Nama MV Hondius mendadak menjadi perhatian dunia setelah kapal pesiar ekspedisi tersebut dilaporkan mengalami wabah dugaan Hantavirus saat melakukan pelayaran lintas samudra.
Kapal yang dikenal sebagai salah satu kapal ekspedisi modern untuk wilayah kutub itu dilaporkan membawa sejumlah penumpang yang mengalami gejala serius selama perjalanan dari Argentina menuju Afrika Barat.
Berdasarkan laporan yang beredar hingga Mei 2026, sedikitnya tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan infeksi Hantavirus.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization juga disebut tengah memantau beberapa kasus lain yang berkaitan dengan wabah di atas kapal tersebut.
MV Hondius sendiri merupakan kapal pesiar kelas polar pertama di dunia yang dibangun dengan standar Polar Class 6.
Kapal ini mulai beroperasi pada 2019 dan dirancang khusus untuk menjelajahi wilayah ekstrem seperti Antartika dan Arktik.
Kapal ini dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions dan dikenal sebagai kapal wisata ekspedisi premium yang membawa wisatawan menjelajahi kawasan es dunia.
Kapal Ekspedisi Modern dengan Fasilitas Lengkap
Secara ukuran, MV Hondius memiliki panjang sekitar 107,6 meter dengan lebar mencapai 17,6 meter.
Kapal tersebut juga memiliki draft atau kedalaman bagian bawah kapal sekitar 5,3 meter sehingga mampu berlayar di perairan ekstrem.
Sebagai kapal ekspedisi mewah, MV Hondius dilengkapi sekitar 80 kabin yang mampu menampung hingga 170 penumpang.
Dalam pelayaran terakhirnya, kapal itu disebut membawa sekitar 150 wisatawan dari berbagai negara.
Selain penumpang, kapal juga diawasi oleh puluhan kru profesional, pemandu wisata ekspedisi, hingga dokter residen yang bertugas menangani kondisi darurat medis selama pelayaran berlangsung.
Sebagian besar kabin dirancang untuk dua orang, namun tersedia pula kabin khusus dengan kapasitas lebih besar menggunakan tempat tidur bertingkat.
Wabah Hantavirus Picu Kewaspadaan Internasional
Kasus wabah yang terjadi di MV Hondius membuat sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan kesehatan di pintu masuk internasional.
Virus yang diduga menyebar di kapal tersebut disebut merupakan strain Andes, salah satu varian langka Hantavirus yang diketahui memiliki potensi penularan antarmanusia.
Meski demikian, WHO menyatakan risiko penyebaran kepada masyarakat luas masih tergolong rendah dan terus dipantau secara ketat.
Kapal tersebut sempat tertahan di Praia, Tanjung Verde, sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary, Spanyol.
Sejumlah negara, termasuk Inggris, juga mulai menerapkan langkah isolasi terhadap warga yang sempat berada di atas kapal tersebut.
Sementara itu, beberapa otoritas kesehatan dunia turut memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional yang memiliki riwayat perjalanan dari kapal tersebut.
Hingga kini, kasus wabah di MV Hondius masih menjadi perhatian internasional karena melibatkan perjalanan lintas negara dan potensi penyebaran penyakit di tengah mobilitas global yang tinggi. (sal)





