MEGAPOLITIK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak membutuhkan bantuan militer dari negara lain untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa negara menolak seruan Trump untuk bergabung dalam koalisi militer guna mengamankan rute tersebut.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan bertindak sendiri jika perlu untuk memastikan keamanan pelayaran internasional di kawasan Teluk Persia.
Penolakan Sekutu terhadap Panggilan Militer AS
Seruan Trump kepada sekutu‑sekutu Amerika Serikat untuk membantu membuka blokade Selat Hormuz mendapat respons yang luas dari beberapa negara, dengan mayoritas menolak keterlibatan militer langsung.
Negara‑negara seperti Jerman, Italia, Prancis, Inggris, dan Jepang telah menyampaikan bahwa mereka tidak akan mengirim kapal perang atau pasukan ke perairan Selat Hormuz untuk membantu operasi tersebut.
Beberapa pemerintah menekankan prioritas mereka adalah upaya diplomatik dan solusi politik, bukan eskalasi konflik militer.
Jerman secara terbuka menyatakan bahwa konflik di Teluk Iran “bukan perang mereka” dan menolak mengerahkan kapal perang.
Sementara itu, Inggris menyatakan akan fokus pada negosiasi dan langkah diplomatik daripada bergabung dalam operasi militer.
Penolakan ini mencerminkan batas solidaritas militer di antara negara‑negara barat dan mitra strategis mereka, terutama ketika konflik tersebut meningkat tanpa mandat internasional yang jelas.
Sekutu lainnya seperti Australia juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, meskipun beberapa negara menawarkan dukungan non‑tempur yang terbatas.
- Seruan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Tak Diikuti Jepang hingga Prancis, Ini Alasannya
- Terungkap Alasan Pemimpin Baru Iran Bersumpah Tetap Jaga Selat Hormuz, Ternyata Ini Strategi untuk Hadapi AS…
- Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Iran Ajukan 3 Syarat Perdamaian di Tengah Ancaman Serangan Balasan
Trump Tegaskan Ketangguhan AS
Menanggapi penolakan itu, Presiden Trump menegaskan bahwaAmerika Serikat memiliki kemampuan sendiri untuk menangani situasi di Selat Hormuz.
Ia menyatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat masih aktif di kawasan, dan kekuatan militer Amerika akan cukup untuk memastikan bahwa jalur pelayaran itu aman bagi kapal tanker dan perdagangan internasional, meskipun pemerintah tetap mendorong keterlibatan sekutu dalam operasi tersebut.
Trump juga mengkritik sekutu yang menolak ajakannya dengan mengatakan bahwa negara‑negara yang menerima manfaat keamanan AS selama puluhan tahun seharusnya bersedia membantu dalam operasi tersebut.
Pernyataan ini memperlihatkan frustrasi pemerintahan Amerika Serikat terhadap kurangnya dukungan internasional dalam menghadapi krisis yang kini telah mendorong harga minyak dunia naik tajam. (daf)





