Jumat, 3 April 2026
DPRD Kaltim

Pemprov Kaltim Godok Rancangan Program Biaya Hidup Pendamping GratisPol

Selasa, 2 Desember 2025 - 7:28

DPRD KALTIM - Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji (Foto: Dok. Diskominfo Kaltim)

MEGAPOLITIK.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyoroti persoalan baru yang muncul di balik pelaksanaan program bantuan pendidikan GratisPol.

Meski pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terbukti membantu meringankan beban mahasiswa, pemerintah menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mereka, terutama mahasiswa yang harus merantau dari daerah pedalaman.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan bahwa keluhan mengenai biaya hidup semakin sering terdengar, salah satunya dari mahasiswa asal Kutai Barat (Kubar) yang tengah menimba ilmu di Samarinda.

Mereka mengungkapkan bahwa meskipun UKT sudah ditanggung pemerintah, biaya makan, tempat tinggal, dan transportasi harian tetap menjadi beban signifikan.

“Banyak mahasiswa Kubar yang sudah menerima GratisPol masih kesulitan menutup kebutuhan hidup sehari-hari. Ini yang sedang kita cari solusinya,” ucap Seno, Sabtu (29/11/25).

Pemerintah menilai tekanan ekonomi mahasiswa tidak berhenti pada urusan kampus saja.

Kenaikan harga sewa kos di kota besar menjadi persoalan utama, diikuti kebutuhan pokok yang semakin mahal.

Kondisi ini, menurut Seno, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah provinsi sendirian sehingga diperlukan kerja sama lintas daerah.

Pemprov kini mulai menyusun formula kebijakan baru. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah, menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi bentuk dukungan tambahan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari daerah terpencil, seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, maupun kawasan pesisir.

Rencana dukungan biaya hidup ini nantinya tidak dimaksudkan menggantikan GratisPol, melainkan menjadi pelengkap agar bantuan pendidikan dapat lebih menyeluruh.

Seno menegaskan bahwa tujuan utama GratisPol bukan hanya membebaskan UKT, tetapi memastikan mahasiswa mampu bertahan dan hidup layak selama proses pendidikan berlangsung.

“Kita ingin mahasiswa bukan hanya bisa masuk kampus, tapi juga tetap bisa hidup dengan layak selama mereka belajar,” tutupnya.

(adv)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink