Jumat, 3 April 2026
Pemprov Kaltim

Pemprov Kaltim Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana untuk Wilayah Barat Hadapi Cuaca Ekstrem

Senin, 1 Desember 2025 - 20:23

WAKIL GUBERNUR KALTIM - Wagub Kaltim, Seno Aji/ Foto: IG @senoaji.official

MEGAPOLITIK.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah menaikkan tingkat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang diprediksi memuncak pada Desember 2025.

Wilayah barat Kaltim, termasuk Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan sebagian Kutai Timur, kini berada dalam status siaga menyusul prediksi hujan lebat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa Pemprov telah menggelar rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperkuat langkah mitigasi bencana.

Rapat ini menitikberatkan pada kesiapan teknis, operasional sistem peringatan dini, serta rencana evakuasi di wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang masuk zona rawan. Fokus utama kami adalah kesiapan teknis, sistem peringatan dini, dan prosedur evakuasi,” ungkap Seno usai rapat Nataru, Senin (1/12/2025), di Kantor Gubernur Kaltim.

Ia juga mengimbau warga di wilayah rawan untuk tetap waspada, memantau kondisi cuaca, serta menyiapkan rencana evakuasi mandiri.

Menurutnya, kesigapan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan kerugian saat hujan lebat terjadi.

“Segera mencari tempat aman jika tanda-tanda cuaca ekstrem muncul. Informasi dan edukasi akan terus kami sampaikan melalui kanal resmi,” tambahnya.

BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai peningkatan curah hujan selama 10 hari pertama Desember.

Sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan mengalami hujan 50–150 mm dengan peluang lebih dari 70 persen, sementara daerah barat seperti Kutai Barat, Mahulu, dan sebagian Kutai Timur berpotensi menerima curah hujan 150–300 mm.

Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto, Riza Arian Noor, mengingatkan bahwa curah hujan tinggi dapat memicu banjir, longsor, meluapnya sungai, jalan licin, hingga pohon tumbang akibat angin kencang dan petir.

“Daerah barat Kaltim harus meningkatkan kewaspadaan karena peluang hujan lebat berkisar antara 50–70 persen,” jelasnya.

Dalam menghadapi situasi ini, Pemprov Kaltim memastikan pemantauan rutin dilakukan bersama BPBD, pemerintah daerah, dan relawan.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD agar risiko bencana dapat diminimalkan. (ard/adv/diskominfo)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink