Kamis, 2 April 2026

Penguatan Demokrasi Daerah Digelar di Muara Kaman, Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:21

Penguatan demokrasi di tingkat akar rumput kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026)/ Megapolitik.com

MEGAPOLITIK.COM -  Penguatan demokrasi di tingkat akar rumput kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Partisipasi Publik dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan yang Demokratis” ini menjadi ruang diskusi terbuka antara masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pentingnya keterlibatan warga dalam proses pemerintahan.

Acara tersebut dihadiri oleh warga setempat dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan kelompok perempuan.

Hadir sebagai narasumber, Mispan Riadi dan Sutardi, dengan Sugeng bertindak sebagai moderator.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Didik Agung Eko Wahono, yang menjadi inisiator kegiatan, menegaskan bahwa demokrasi tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemilu atau pilkada semata.

Menurutnya, demokrasi harus hidup dalam keseharian masyarakat, terutama melalui partisipasi aktif dalam pengawasan dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Demokrasi tidak berhenti di bilik suara. Partisipasi publik harus hadir dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan kebijakan pemerintah,” ujar Didik dalam sambutannya.

Ia menekankan, keterlibatan warga menjadi kunci untuk memastikan kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Tanpa partisipasi publik, proses pemerintahan berpotensi berjalan elitis dan menjauh dari kepentingan rakyat.

Dalam pemaparannya, Mispan Riadi menyoroti pentingnya kesadaran politik masyarakat desa.

Menurutnya, warga memiliki hak sekaligus kewajiban untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan kepada pemerintah secara konstruktif.

“Partisipasi publik adalah fondasi tata kelola pemerintahan yang sehat. Ketika masyarakat aktif, transparansi dan akuntabilitas akan tumbuh,” jelas Mispan.

Sementara itu, Sutardi menekankan bahwa pemerintahan demokratis membutuhkan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa ruang-ruang dialog seperti forum desa, musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), hingga kegiatan sosialisasi harus dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

Diskusi yang berlangsung sejak pukul 14.00 WITA tersebut berjalan interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait pelayanan publik, pengelolaan anggaran desa, serta peran masyarakat dalam mengawasi pembangunan.

Moderator Sugeng menyimpulkan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat lokal masih memiliki ruang besar untuk diperkuat.

Ia berharap forum serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan agar kesadaran politik masyarakat semakin meningkat.

Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini, diharapkan masyarakat Desa Panca Jaya dan sekitarnya semakin memahami peran strategis mereka dalam menjaga pemerintahan yang demokratis, transparan, dan berkeadilan. (adv)

 

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink