MEGAPOLITIK.COM - Pertemuan perdana Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, (19/02/2026) menarik perhatian global dan mengundang respons beragam dari negara-negara di seluruh dunia.
Meskipun lebih dari 20 negara diperkirakan menghadiri acara penting ini, sejumlah negara memilih untuk hadir bukan sebagai anggota penuh melainkan sebagai pengamat non‑anggota.
Keputusan banyak negara untuk mengambil status pengamat mencerminkan sikap hati‑hati mereka terhadap peran dan mandat baru Dewan Perdamaian ini, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik dan diplomasi internasional yang tengah berlangsung di Gaza dan kawasan Timur Tengah.
Daftar Negara yang Hadir sebagai Pengamat
Beberapa negara yang memutuskan menghadiri pertemuan ini sebagai pengamat non‑anggota penuh antara lain:
1. Korea Selatan
Korea Selatan akan mengirim seorang mantan duta besar, Kim Yong‑hyun, sebagai wakil non‑anggota untuk menghadiri sesi perdana Board of Peace.
Meskipun Seoul masih menimbang keanggotaannya di dalam Dewan, keputusan menghadiri sebagai pengamat dianggap sebagai pendekatan hati‑hati dalam keterlibatan mereka terhadap inisiatif tersebut.





