Kamis, 2 April 2026

Pertemuan Perdana Board of Peace Digelar, Enam Negara Ini Hadir sebagai Pengamat

Sejumlah Negara Memilih Hadir Bukan sebagai Anggota Penuh

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:43

PERTEMUAN - Enam negara hadir sebagai pengamat dalam forum Board of Peace yang digelar di AS/ Foto: washingtonpost

MEGAPOLITIK.COM - Pertemuan perdana Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, (19/02/2026) menarik perhatian global dan mengundang respons beragam dari negara-negara di seluruh dunia. 

Meskipun lebih dari 20 negara diperkirakan menghadiri acara penting ini, sejumlah negara memilih untuk hadir bukan sebagai anggota penuh melainkan sebagai pengamat non‑anggota.

Keputusan banyak negara untuk mengambil status pengamat mencerminkan sikap hati‑hati mereka terhadap peran dan mandat baru Dewan Perdamaian ini, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik dan diplomasi internasional yang tengah berlangsung di Gaza dan kawasan Timur Tengah.

Daftar Negara yang Hadir sebagai Pengamat

Beberapa negara yang memutuskan menghadiri pertemuan ini sebagai pengamat non‑anggota penuh antara lain:

1. Korea Selatan 

Korea Selatan akan mengirim seorang mantan duta besar, Kim Yong‑hyun, sebagai wakil non‑anggota untuk menghadiri sesi perdana Board of Peace

Meskipun Seoul masih menimbang keanggotaannya di dalam Dewan, keputusan menghadiri sebagai pengamat dianggap sebagai pendekatan hati‑hati dalam keterlibatan mereka terhadap inisiatif tersebut. 

2. Italia 

Italia menyatakan akan hadir sebagai pengamat setelah perdebatan internal mengenai keterlibatan dalam agenda perdamaian di kawasan Mediterania. 

Menteri Luar Negeri Italia menegaskan bahwa hadir sebagai pengamat merupakan "solusi seimbang" yang sesuai dengan konstitusi negara sambil tetap menunjukkan komitmen pada proses perdamaian. 

3. Yunani 

Yunani memutuskan untuk berpartisipasi sebagai pengamat dengan mengirimkan utusan tingkat tinggi dari Kementerian Luar Negeri mereka. 

Keputusan ini dipandang sebagai bentuk keterlibatan diplomatik tanpa harus berkomitmen pada keanggotaan penuh dalam badan baru tersebut.

4. Rumania 

Rumania juga memilih untuk hadir sebagai pengamat, setelah diskusi panjang di pemerintahan mengenai perbedaan antara piagam Board of Peace dan komitmen internasional negara tersebut. 

Presiden Rumania menyatakan keputusan akhir akan diambil setelah negosiasi dengan pemerintah AS, namun status observer telah diposisikan sebagai satu‑satunya opsi realistis saat ini.

5. Siprus 

Siprus turut serta sebagai pengamat, dengan pejabat pemerintahnya menerima undangan untuk hadir dalam sesi pertama Board of Peace

Pilihan ini menunjukkan dukungan pada pembicaraan perdamaian sambil mempertahankan jarak resmi dari keanggotaan penuh.

6. Meksiko 

Meksiko memilih tidak menjadi anggota penuh Board of Peace dan menegaskan akan hadir hanya sebagai pengamat melalui utusan diplomatik tingkat tinggi. 

Pemerintah Meksiko menyatakan penolakan terhadap keanggotaan penuh karena badan tersebut belum memasukkan perwakilan Palestina secara resmi dalam struktur keanggotaannya.

Selain negaranegara di atas, berbagai laporan berita internasional mencatat bahwa sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Slovakia, Republik Ceko, dan negara anggota Uni Eropa lainnya juga mempertimbangkan atau telah memilih status observasi untuk menghindari konflik dengan kebijakan luar negeri blok tersebut terkait dengan struktur global dan peran PBB. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink