MEGAPOLITIK.COM - DPR RI periode 2024-2029 yang dipimpin oleh Puan Maharani beranggotakan 580 orang.
Dari ratusan legislator tersebut, hanya delapan anggota DPR RI periode 2024-2029 yang masih berusia di bawah 30 tahun.
Menariknya, di balik delapan anggota DPR RI berusia di bawah 30 tahun periode 2024-2029, terdapat profesi orang tua yang beragam.
Profesi orang tua dari anggota DPR RI berusia di bawah 30 tahun bervariasi, mulai dari politisi senior, anggota DPR RI, kepala daerah, menteri, hingga jenderal polisi dan aktor ternama.
Jadi, apa saja profesi orang tua dari anggota termuda DPR RI yang berusia di bawah 30 tahun?
Profesi Orang Tua dari Anggota DPR RI Termuda di Bawah 30 Tahun
1. Anggota DPR RI Tiga Periode (Ayah Annisa M. A. Mahesa)
Annisa Maharani Alzahra Mahesa merupakan putri almarhum Desmond J. Mahesa, politisi senior Partai Gerindra yang menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode (2009–2023) dan pernah menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR periode 2014–2019.
Annisa yang lahir 17 Juli 2001 berusia 25 tahun kini tercatat sebagai anggota DPR RI termuda periode 2024–2029.
2. Anggota DPR RI Tiga Periode (Ayah Muhammad Rohid)
Muhammad Rohid merupakan putra dari Muhammad Nasir, politisi yang tiga periode duduk di DPR RI (2009–2024).
Sementara itu, sang kakak, Muhammad Rahul, juga aktif sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Riau.
Rohid lahir di Negeri Banyu pada 17 November 1999 sehingga saat ini usianya 26 tahun.
3. Pengusaha (Ayah Cindy Monica Salsabila Setiawan)
Cindy Monica Salsabila lahir di Kota Padang pada 29 November 1999, yang kini berusia 26 tahun.
Cindy merupakan putri dari Roni Setiawan, seorang pengusaha tambak udang di Padang Pariaman.
4. Aktor Senior (Ayah Verrel Bramasta)
Verrell Bramasta adalah putra dari Ivan Fadilla Soedjoko, aktor senior Indonesia yang lama berkecimpung di industri hiburan dalam dunia sinetron dan perfilman.
Verrell Bramasta Fadilla Soedjoko lahir di Jakarta, 11 September 1996, yang berarti kini usianya 29 tahun.
5. Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Ayah Farah Puteri Nahlia)
Farah Puteri Nahlia merupakan salah satu politisi perempuan termuda yang terpilih menjadi anggota DPR RI pada usia 23 tahun (periode 2019-2024) dan kembali duduk di Komisi I DPR RI periode 2024-2029 dari PAN.
Lahir di Semarang pada 2 Januari 1996, Farah adalah putri dari Muhammad Fadil Imran, perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi dan memiliki latar belakang panjang di bidang reserse.
6. Eks Bupati Kepulauan Talaud (Ayah Hillary Brigitta Lasut)
Hillary Brigitta Lasut lahir di Manado pada 22 Mei 1996 dan merupakan anak tunggal dari pasangan politisi Elly Engelbert Lasut dan Telly Tjanggulung.
Ayahnya tercatat pernah menjabat sebagai Bupati Kepulauan Talaud selama tiga periode, sedangkan ibunya memimpin Kabupaten Minahasa Tenggara pada rentang 2008–2013.
7. Menteri Pertanian RI (Ayah Andi Amar Ma’ruf Sulaiman)
Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, yang biasa disapa Andi, lahir di Makassar pada 13 November 1998 dan saat ini berusia 28 tahun.
Ia merupakan putra dari Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI dalam Kabinet Merah Putih kepemimpinan Presiden Prabowo, serta keponakan dari Andi Sudirman Sulaiman yang menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan.
8. Anggota DPR RI Tiga Periode (Ayah Muhammad Rahul)
Muhammad Rahul (lahir 15 Desember 1995) merupakan politikus muda yang terpilih sebagai anggota DPR RI untuk dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
Ia adalah putra dari Muhammad Nasir, pengusaha sekaligus politikus Partai Demokrat yang menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode sejak 2009 hingga 2024 dari daerah pemilihan Riau II.
Penutup
Itulah deretan profesi orang tua dari delapan anggota DPR RI termuda periode 2024-2029.
Mulai dari anggota DPR RI tiga periode, eks kepala daerah, menteri aktif, perwira tinggi Polri, hingga aktor senior, menjadi latar belakang keluarga anggota DPR RI yang masih berusia mudah di bawah 30 tahun tersebut.
Meski demikian, posisi sebagai wakil rakyat tetap menuntut tanggung jawab dan kinerja nyata.
Terlepas dari nama besar orang tua, publik tentu akan menilai kiprah para anggota DPR RI, termasuk yang berusia muda di bawah 30 tahun, berdasarkan kontribusi, gagasan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
(est)





