MEGAPOLITIK.COM - Drama ketegangan Amerika Serikat vs Venezuela belum usai.
Setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS, fokus dunia kini tertuju pada Wakil Presiden Delcy Eloína Rodríguez, yang kini memimpin sebagai presiden sementara.
Donald Trump bahkan tidak segan mengancam, menyatakan kemungkinan serangan militer kedua ke Venezuela jika pemerintahan Maduro tidak patuh pada agenda Washington.
Pernyataan ini disampaikan Trump di atas Air Force One, beberapa hari setelah Maduro ditangkap dan dibawa ke New York menghadapi dakwaan narkoba.
Namun, Delcy Rodríguez menolak klaim AS bahwa dirinya akan bekerja sama.
Dengan dukungan Mahkamah Agung Venezuela, ia tetap menegaskan kedaulatan negaranya.
Siapa Delcy Eloína Rodríguez?
Delcy Eloína Rodríguez Gómez (lahir 18 Mei 1969) adalah pengacara, diplomat, dan politisi berpengalaman Venezuela.
Ia dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari 2026, dua hari setelah penangkapan Maduro.
Sejak 2018, Rodríguez juga menjabat Wakil Presiden Venezuela dan pernah memimpin sejumlah posisi penting:
- Menteri Komunikasi dan Informasi (2013–2014)
- Menteri Luar Negeri/Kanselir (2014–2017)
- Presiden Majelis Konstituante (2017–2018)
- Kepala Badan Intelijen Nasional Bolivarian (SEBIN) sejak 2018
- Menteri Minyak (2024–2025)
Sebagai anggota kepemimpinan nasional Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), Rodríguez telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa, AS, dan Kanada karena dugaan pelanggaran HAM dan keterlibatannya dalam krisis politik Venezuela.
Meski masa jabatannya sebagai wakil presiden sempat diperdebatkan antara 2019–2023, ia berhasil menstabilkan ekonomi negara dan meningkatkan produksi minyak meski diterpa sanksi AS.





