MEGAPOLITIK.COM - Frank Alexander Hutapea, putra sulung pengacara ternama Hotman Paris Hutapea, resmi dipercaya mengemban jabatan sebagai Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, pada Kamis (15/1/2026).
Sebagai anak sulung pengacara kondang yang dipercaya sebagai tenaga ahli di DPN, lantas, bagaimana sosok Frank Alexander Hutapea?
Profil Frank Alexander Hutapea
Frank Alexander Hutapea merupakan anak pertama dari pasangan Hotman Paris dan Agustianne Marbun.
Frank Alexander Hutapea mengawali perjalanan profesionalnya di dunia hukum setelah menuntaskan pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada 2013.
Tak berhenti di situ, Frank Alexander Hutapea memperdalam keahliannya dengan melanjutkan studi ke University of Kent, Inggris, dengan fokus pada bidang Banking, Corporate, Finance, serta Security Law.
Lahir tahun 1991, Frank Alexander Hutapea memiliki dua adik, yakni Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Junior Hutapea.
Dalam kehidupan pribadi, Frank Alexander Hutapea diketahui telah menikah dengan Winona Delany Tandra.
Kini, Frank Alexander Hutapea resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional.
Perjalanan Karier Frank Alexander Hutapea
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam akun LinkedIn pribadinya, Frank Alexander Hutapea berkiprah sebagai partner di firma hukum milik sang ayah.
Karier tersebut telah Frank Alexander Hutapea jalani sejak September 2014 dan telah berjalan selama lebih dari empat tahun.
Sejak awal menapaki dunia profesional, Frank Alexander Hutapea telah terlibat dalam berbagai perkara hukum strategis.
Frank Alexander Hutapea kerap mendampingi sang ayah dalam menangani kasus-kasus besar, mulai dari litigasi komersial dan keuangan, kepailitan serta restrukturisasi, hingga sengketa administrasi dan perpajakan.
Pengalaman lintas bidang tersebut membuat Frank Alexander Hutapea dikenal sebagai salah satu pilar penting di firma hukum Hotman Paris & Partners.
Saat ini, Frank Alexander Hutapea tetap melanjutkan kariernya di kantor hukum milik ayahnya, namun dengan prinsip profesionalisme yang ia bangun sendiri.
Meski menjadikan Hotman Paris sebagai sosok inspiratif, Frank Alexander Hutapea memilih pendekatan yang berbeda dalam bekerja maupun menjalani kehidupan.
Bagi Frank Alexander Hutapea, komitmen terhadap profesi harus berjalan seiring dengan menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup, dua hal yang ia anggap sama pentingnya dalam perjalanan karier jangka panjang.
Jika Hotman Paris identik dengan mobil-mobil mewah dan gaya hidup glamor, Frank Alexander Hutapea justru menampilkan sisi yang kontras.
Frank Alexander Hutapea lebih memilih penampilan yang simpel dan praktis dalam berbagai kesempatan.
Frank Alexander Hutapea kerap terlihat mengenakan busana sederhana, seperti sepatu pantofel atau batik yang dipadukan dengan celana bahan dan sepatu sport.
Pilihan gaya tersebut menjadi identitas tersendiri bagi Frank Alexander Hutapea yang bersahaja, namun tetap memancarkan kesan rapi, berkelas, dan elegan.
Resmi Dilantik sebagai Tenaga Ahli DPN
Sebelumnya, telah diberitakan oleh Mega Kaltim bahwa Frank Alexander Hutapea, anak sulung pengacara ternama Hotman Paris, resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Pelantikan Frank Alexander Hutapea berlangsung pada Kamis (15/1/2026), yang dilakukan bersama sepuluh tenaga ahli lainnya dan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional.
Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa pengangkatan Frank Alexander Hutapea sebagai tenaga ahli bersifat profesional dan tidak berhubungan dengan latar belakang personal di luar kapasitas jabatan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo, mengklaim bahwa seluruh tenaga ahli yang dilantik, termasuk Frank Alexander Hutapea, ditetapkan melalui mekanisme seleksi yang sama.
Menurutnya, proses pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kapasitas profesional, serta tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya.
Pemerintah memastikan penugasan ini bertujuan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
Pemerintah mengklaim telah memiliki sistem rekrutmen yang dirancang untuk memastikan setiap tenaga ahli memiliki integritas, keahlian, dan kompetensi yang relevan dengan tantangan pertahanan nasional.
Tugas sebagai Tenaga Ahli DPN
Dalam perannya sebagai tenaga ahli, Frank Alexander Hutapea bertugas memberikan masukan, kajian, dan rekomendasi strategis kepada pemerintah melalui Dewan Pertahanan Nasional.
Seluruh masukan tersebut disampaikan secara kelembagaan melalui mekanisme dan forum resmi DPN.
Rekomendasi yang dihasilkan kemudian menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan, termasuk Menteri Pertahanan sehingga keputusan tetap berada dalam kerangka institusional dan kepentingan strategis pertahanan negara.
(pra)





