MEGAPOLITIK.COM - Laporan terbaru dari Pew Research Center berjudul “How the Global Religious Landscape Changed from 2010 to 2020” (Hackett dkk., 2025) menunjukkan dinamika signifikan dalam lanskap umat Kristen global antara 2010 hingga 2020.
Data ini memperlihatkan perubahan proporsi Kristen di berbagai negara, sekaligus menyoroti negara-negara dengan jumlah umat Kristen terbanyak dan tren penurunan di banyak wilayah.
Amerika Serikat Pimpin Jumlah Umat Kristen
Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah umat Kristen terbesar di dunia.
Sekitar sepersepuluh dari populasi Kristen global tinggal di AS, di mana diperkirakan 64% penduduknya (semua usia) menganut agama Kristen pada 2020.
Sepuluh negara dengan populasi Kristen terbesar menampung 1,1 miliar orang, atau 47% dari total populasi Kristen dunia.
Sementara itu, meskipun sempat muncul prediksi bahwa Tiongkok akan menjadi negara dengan jumlah umat Kristen terbanyak, survei menunjukkan bahwa populasi Kristen di Tiongkok tetap berada di luar 10 besar dunia. Diperkirakan terdapat sekitar 25 juta umat Kristen di Tiongkok pada 2020.
Negara dengan Perubahan Proporsi Kristen Paling Signifikan
Dalam periode 2010–2020, 41 negara mengalami perubahan proporsi umat Kristen sebesar minimal 5 poin persentase.
Dari jumlah tersebut, Mozambik menjadi satu-satunya negara yang mengalami peningkatan, sementara negara lainnya mencatat penurunan.
Beberapa catatan penting:
- Australia mengalami penurunan terbesar, dari 67% menjadi 46,8% (-20 poin).
- Chile dan Uruguay turun masing-masing 17,7 poin dan 16,5 poin.
- Amerika Serikat dan Kanada turun 14 poin.
- Mozambik meningkat 5 poin, mencapai 61% pada 2020, setelah berakhirnya kampanye anti-agama pemerintah pada 1980-an.
Penurunan signifikan juga terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Barat, termasuk Prancis, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Italia, sebagian besar karena tingginya angka disafiliasi agama, yakni orang dewasa yang meninggalkan agama Kristen setelah dibesarkan dalam keluarga Kristen.
Sementara itu, beberapa negara besar seperti Brazil, Polandia, dan Meksiko masih mempertahankan mayoritas Kristen yang tinggi, meski mengalami sedikit penurunan.
Tren ini menunjukkan pergeseran global dalam lanskap agama, terutama di kawasan Barat, di mana masyarakat cenderung semakin tidak terafiliasi secara religius.
Dampak Perubahan Proporsi Kristen Global
Perubahan proporsi umat Kristen tidak hanya bersifat statistik.
Fenomena ini memiliki implikasi sosial, budaya, dan politik, mulai dari kebijakan publik hingga dinamika komunitas lokal.
Dengan mayoritas Kristen yang menurun di banyak negara Barat, masyarakat kini menghadapi perubahan dalam cara komunitas berinteraksi, tradisi keagamaan berkembang, dan identitas agama dibentuk.
Mozambik menjadi contoh di mana pemulihan populasi Kristen terjadi setelah kebijakan pemerintah yang sebelumnya menekan kebebasan beragama berakhir.
Sementara itu, negara-negara lain harus menghadapi tantangan menurunnya keterikatan masyarakat dengan agama Kristen, yang memengaruhi praktik sosial dan budaya lokal.
Laporan Pew Research Center menunjukkan bahwa, meski Amerika Serikat tetap menjadi negara dengan jumlah umat Kristen terbanyak, secara global proporsi Kristen mengalami penurunan di hampir seluruh negara.
Penurunan ini lebih menonjol di negara-negara Barat, sementara beberapa negara seperti Mozambik justru mencatat peningkatan.
Tren ini mencerminkan pergeseran besar dalam lanskap agama global, baik dari sisi jumlah maupun distribusi populasi. (tam)





