Kamis, 2 April 2026
Redenominasi

RI Siapkan Redenominasi Rupiah, Ini 4 Negara yang Pernah Gagal Pangkas Nol Mata Uang

Korea Utara Masuk Daftar

Kamis, 27 November 2025 - 20:26

REDENOMINASI - Menteri Keuangan, Purbaya, mau ubah Rp1.000 jadi Rp1. Cek negara di dunia yang pernah lakukan redenominasi namun gagal (Foto: Pixabay dan Instagram @purbayayudhi_official)

MEGAPOLITIK.COM - Indonesia saat ini tengah menyiapkan langkah penting dalam kebijakan moneter melalui rencana redenominasi rupiah, sebagaimana tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Harga Rupiah yang sedang digodok oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Secara sederhana, redenominasi adalah upaya merampingkan nominal mata uang dengan memangkas beberapa angka nol, tanpa mengubah nilai tukar maupun daya beli masyarakat.

Dalam perjalanan sejarah, sejumlah negara di dunia pernah lebih dulu mengambil langkah serupa dengan melakukan redenominasi, bahkan ada yang sampai mengganti mata uangnya secara total.

Kebijakan redenominasi tersebut umumnya ditempuh karena hiperinflasi yang begitu parah hingga nilai mata uang lama kehilangan fungsinya.

Pada situasi hiperinflasi ekstrem, mata uang bisa merosot tajam dan nilainya tinggal sebagian kecil dari satuan mata uang baru.

Namun, pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa redenominasi bukan selalu berjalan mulus, bahkan bisa berujung kegagalan bila tidak didukung kondisi ekonomi yang stabil.

Berikut beberapa negara yang pernah menerapkan redenominasi tetapi hasilnya justru tak sesuai harapan.

Negara-Negara yang Terapkan Redenominasi, Namun Berujung Gagal

1. Zimbabwe

Zimbabwe tercatat sudah tiga kali melakukan redenominasi akibat gelombang hiperinflasi yang begitu ekstrem.

Di tahap awal, nilai tukar dolar Zimbabwe generasi kedua masih berada di angka 250 ZWN per US$1.

Namun kondisi berubah drastis ketika inflasi melampaui 1.000%, hingga membuat kursnya anjlok menjadi 30.000 ZWN per US$1 pada tahun 2007.

Memasuki 2008, pemerintah kembali melakukan pemotongan nilai nominal, di mana 10 miliar ZWN (dolar generasi kedua) ditukar menjadi 1 ZWR baru (dolar generasi ketiga).

Pada periode ini, nilai ZWN bahkan merosot hingga sekitar 688 miliar per US$1.

Krisis terus memburuk.

Pada November 2008, inflasi bulanan melonjak ke level luar biasa, yakni 79,6 miliar persen.

Akhirnya, pada 2009, Zimbabwe melakukan redenominasi ketiga dan memangkas 12 angka nol dari ZWR.

Nilai tukarnya menjadi 1 triliun ZWR untuk 1 dolar generasi keempat (ZWL).

Puncaknya, pada April 2009, pemerintah memutuskan mengakhiri penggunaan dolar Zimbabwe.

Negara tersebut mulai mengadopsi berbagai mata uang asing seperti rand Afrika Selatan, dolar AS, euro, yuan Tiongkok, dan beberapa mata uang lain sebagai alat transaksi resmi.

2. Korea Utara

Pada 30 November 2009, pemerintah Korea Utara kembali melakukan redenominasi terhadap mata uangnya, won.

Kebijakan ini membatasi jumlah uang kertas lama yang bisa ditukar dan menggantinya dengan seri uang baru.

Dalam skema baru tersebut, nilai 100 won lama disusutkan menjadi hanya 1 won.

Namun upaya ini berakhir gagal.

Salah satu penyebab utamanya adalah ketersediaan uang baru yang sangat terbatas.

Ketika masyarakat berbondong-bondong menukarkan uang lama, stok uang baru ternyata tidak mencukupi sehingga proses pertukaran pun terhenti.

Banyak pengamat menilai bahwa kebijakan redenominasi ini dilakukan pada waktu yang tidak tepat.

Hal ini lantaran Korea Utara saat itu sedang berada dalam tekanan krisis ekonomi sehingga langkah tersebut justru memicu kekacauan baru.

3. Rusia

Rusia juga pernah melakukan redenominasi terhadap mata uang rubel, namun proses penggantian uang lama ke uang baru tidak sepenuhnya berjalan seperti yang diharapkan.

Pada masa awal pelaksanaannya, nilai tukar rubel justru merosot tajam, menandakan ketidakstabilan pasar.

Salah satu persoalan utamanya adalah minimnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan rubel baru serta kurangnya penarikan bertahap uang lama dari peredaran.

Situasi keuangan negara yang sedang tertekan turut memperparah kondisi sehingga program redenominasi tersebut jauh dari kata mulus.

Meski begitu, sejumlah politisi dan media di Rusia tetap menggambarkan langkah tersebut sebagai sebuah keberhasilan.

4. Brasil

Brasil, negeri yang dijuluki Negeri Samba, telah enam kali melakukan redenominasi sepanjang sejarahnya.

Upaya pertama dilakukan pada 1986 dengan memangkas sejumlah nol dari mata uang nasional.

Meski begitu, langkah tersebut belum berhasil menstabilkan ekonomi.

Brasil kembali mencoba melakukan redenominasi lanjutan pada 1994.

Pada periode itu, pemerintah mengganti mata uang cruzeiro menjadi cruzado.

Namun bukannya menguat, nilai tukar cruzado justru semakin merosot terhadap dolar AS, hingga mencapai ribuan cruzado untuk setiap satu dolar.

Salah satu penyebab utama kegagalannya adalah inflasi yang tak terkendali, bahkan mencapai sekitar 500 persen per tahun, yang membuat upaya redenominasi tidak cukup kuat menahan gejolak ekonomi.

Di tengah kondisi hiperinflasi, Presiden Nicolás Maduro kemudian memangkas lima nol dari mata uang tersebut.

Sebelumnya, pada 2008, pendahulunya, Hugo Chávez, juga sempat menghapus tiga nol dari Bolívar, tetapi langkah itu pun gagal membendung laju hiperinflasi.

Kapan Redenominasi Mulai?

Proses redenominasi menuntut pembaruan pada sistem akuntansi, pencetakan uang baru, hingga penyesuaian sistem perbankan dan administrasi keuangan secara menyeluruh.

Meski rencana ini telah tercantum dalam dokumen strategis, Menteri Keuangan menegaskan bahwa pelaksanaan redenominasi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat maupun tahun depan.

Kebijakan redenominasi ini juga memerlukan koordinasi intensif dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, guna memastikan seluruh aspek ekonomi dan sistem keuangan siap sebelum diterapkan.

(apr)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink