MEGAPOLITIK.COM - Pengelolaan sampah di Kalimantan Timur semakin mendapat perhatian karena persoalannya tidak lagi terbatas pada volume yang menumpuk, tetapi pada cara kerja sistem yang belum berjalan efektif.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya kebiasaan masyarakat membuang sampah di jalur perlintasan jauh dari permukiman, yang kemudian berkembang menjadi titik pembuangan liar dan sulit dikendalikan.
Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menegaskan bahwa akar persoalan justru berada pada fondasi pengelolaannya.
“Masalah sampah ini bukan hanya soal penumpukan tapi soal sistem,” ucapnya.
Menurut Salehuddin, persoalan terus muncul karena pengawasan di lapangan masih lemah dan kesadaran warga belum terbentuk sepenuhnya.
Lokasi-lokasi buang liar muncul di berbagai wilayah karena perilaku membuang sampah di area perlintasan dianggap lebih mudah, meskipun bukan lokasi resmi.





