Jumat, 3 April 2026
DPRD Kaltim

Transformasi Ekonomi Kaltim, Perkebunan Non-Sawit Jadi Usulan Sumber PAD Baru

Sabtu, 22 November 2025 - 12:12

DPRD KALTIM - Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin (Foto: Dok. DPRD Kalimantan Timur)

MEGAPOLITIK.COM - Dorongan untuk memperluas sumber ekonomi Kaltim kembali menjadi sorotan hangat di DPRD Kalimantan Timur.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi kini mulai mengalihkan fokus pada sektor perkebunan non-sawit sebagai sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan dan bernilai jangka panjang.

“Sektor seperti cokelat dan kopi mulai mencuri perhatian karena potensinya sangat besar untuk dikembangkan,” ujar Husni di Samarinda, belum lama ini.

Selain memiliki pasar yang relatif stabil, kedua komoditas tersebut mampu menggerakkan ekonomi dari bawah dengan melibatkan petani, koperasi, hingga pelaku industri olahan.

Ia menekankan bahwa peluang ini bisa menjadi mesin ekonomi baru jika disertai kebijakan hilirisasi yang jelas dan berpihak pada masyarakat.

Selama ini, pendapatan daerah Kaltim masih sangat bergantung pada sumber daya alam yang pengelolaannya dikuasai pemerintah pusat, membuat ruang gerak daerah menjadi terbatas.

Menurut Husni, pola seperti ini perlu mulai dikurangi, terlebih saat banyak daerah lain mulai bertransformasi dan membangun sumber penerimaan alternatif.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah memiliki kesepahaman untuk memperkuat sektor-sektor yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.

Perkebunan non-sawit menjadi kunci penting, karena pengembangannya relatif mudah selama ada pendampingan dan pasar yang pasti,” lanjutnya.

Komisi II juga mendorong pemerintah untuk memperkuat riset, memperluas akses pembiayaan, dan memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada para petani.

Dengan kebijakan yang tepat sasaran, sektor ini diyakini mampu menghadirkan rantai ekonomi baru yang lebih stabil ketimbang ketergantungan pada komoditas ekstraktif.

Husni berharap langkah ini menjadi awal transformasi ekonomi Kaltim sehingga PAD tidak lagi bertumpu pada sektor energi semata, tetapi juga tumbuh dari usaha perkebunan yang lebih berkelanjutan dan dapat diperbarui.

(adv)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink