MEGAPOLITIK.COM - Donald Trump menyampaikan pernyataan keras terkait Iran melalui unggahan di akun pribadinya Truth Social.
Dalam pernyataan tersebut, Trump menyebut para negosiator Iran sebagai pihak yang “berbeda” dan bahkan “aneh” dalam proses pembicaraan.
Ia mengklaim bahwa Iran berada dalam posisi terdesak dan “memohon” agar kesepakatan dengan Amerika Serikat segera tercapai.
Pernyataan ini disampaikan tanpa disertai rincian teknis mengenai isi negosiasi yang dimaksud.
Singgung kondisi militer Iran
Dalam unggahan yang sama, Trump juga menyinggung kondisi militer Iran.
Ia menyatakan bahwa Iran telah “dihancurkan secara militer” dan tidak memiliki peluang untuk bangkit kembali.
Menurut Trump, kondisi tersebut membuat langkah Iran untuk mencari kesepakatan menjadi hal yang seharusnya dilakukan.
Ia menilai posisi Iran saat ini tidak memungkinkan untuk menunda proses negosiasi.
Namun demikian, Trump menuding bahwa Iran tidak menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik.
Ia menyoroti pernyataan Iran yang disebut hanya “melihat” atau “meninjau proposal” dari Amerika Serikat.
Tuduhan perbedaan pernyataan
Trump secara tegas menyebut pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang keliru.
Ia menggunakan kata “WRONG!!!” dalam unggahannya untuk menegaskan bahwa narasi yang disampaikan Iran berbeda dengan apa yang ia klaim terjadi dalam proses pembicaraan.
Pernyataan ini memperlihatkan adanya perbedaan sudut pandang yang tajam, setidaknya dari sisi yang disampaikan oleh Trump.
Peringatan soal waktu
Di akhir pernyataannya, Trump memberikan peringatan agar Iran segera bersikap serius dalam proses negosiasi.
Ia menekankan bahwa waktu menjadi faktor penting dalam situasi tersebut.
Trump menyebut bahwa jika kesempatan untuk mencapai kesepakatan tidak dimanfaatkan, maka konsekuensinya bisa bersifat permanen dan sulit diperbaiki.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat mencapai titik tanpa kembali.
“Tidak ada jalan kembali, dan itu tidak akan indah,” tulis Trump dalam unggahannya.
Ketegangan belum menunjukkan tanda mereda
Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran hingga kini masih berada dalam fase panas, dengan kombinasi tekanan militer dan diplomasi yang berjalan bersamaan.
Pernyataan Trump ini pun memperlihatkan satu hal negosiasi mungkin sedang berlangsung, tetapi kepercayaan antar kedua pihak masih sangat rapuh. (daf)





