Menurutnya, sekolah di daerah pinggiran harus memperoleh akses yang sama terhadap sarana digital agar mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan.
Pemanfaatan teknologi pembelajaran dinilai dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar sekaligus mempersempit kesenjangan antara sekolah di pusat kota dengan sekolah yang berada di wilayah pinggiran.
Komisi IV DPRD Samarinda pun mendorong pemerintah daerah untuk terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, baik melalui pembangunan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, maupun penyediaan sarana digital yang memadai.
"Saat ini kita sudah masuk di era digital. Sudah mulai meninggalkan hal-hal yang sifatnya manual. Dengan adanya buku digital ini tentu memudahkan siswa dalam belajar tidak perlu membawa banyak buku," tutur Ismail Latisi.
Ismail Latisi menilai pemanfaatan buku digital menjadi langkah yang tepat untuk mendukung proses belajar mengajar di era digital sekaligus memudahkan siswa mengakses materi pelajaran tanpa harus membawa banyak buku. (adv/daf)





