Kamis, 2 April 2026
Redenominasi

16 Negara Ini Pernah Lakukan Redenominasi Hilangkan Nol Mata Uang, Apakah Berhasil?

Cek kapan waktu realisasi redenominasi

Rabu, 26 November 2025 - 16:43

REDENOMINASI - Menteri Keuangan, Purbaya, mau ubah Rp1.000 jadi Rp1. Cek negara di dunia yang pernah lakukan redenominasi (Foto: Antara dan Instagram @purbayayudhi_official)

MEGAPOLITIK.COM - Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar dalam kebijakan moneter melalui rencana redenominasi rupiah sesuai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Harga Rupiah, yang tengah digodok oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Redenominasi merupakan penyederhanaan nominal mata uang dengan menghilangkan beberapa angka nol, tanpa mengubah nilai tukar maupun daya beli masyarakat.

Sejarah menunjukkan bahwa berbagai negara sudah lebih dulu melakukan langkah serupa untuk redenominasi, bahkan mengganti mata uang mereka sepenuhnya.

Mayoritas kebijakan redenominasi tersebut terpaksa diambil karena negara-negara tersebut mengalami hiperinflasi parah yang membuat mata uang lama kehilangan nilai.

Dalam kondisi hiperinflasi ekstrem, nilai tukar mata uang bisa jatuh begitu rendah hingga setara sebagian kecil dari satuan mata uang baru.

Berikut beberapa negara yang pernah mencatat redenominasi terbesar dalam sejarah ekonomi dunia.

16 Negara yang Pernah Lakukan Redenominasi Mata Uang

1. Hungaria (1946)

Hungaria memegang rekor redenominasi terbesar sepanjang sejarah.

Pada 1946, pemerintah mengganti pengo dengan forint dengan rasio fantastis: 400 oktiliun pengo = 1 forint.

Satu oktiliun memiliki 27 angka nol.

Pada masa itu, uang kertas tertinggi bernilai 20 oktiliun pengo, namun nilainya hanya sekitar 0,04 dolar AS.

Hiperinflasi dipicu perang dan krisis ekonomi, di mana harga bisa melonjak lima kali dalam sehari dan nilai uang merosot 400% setiap hari.

Pemerintah sempat mengeluarkan pecahan milpengo dan b.-pengo sebelum akhirnya menetapkan forint sebagai mata uang baru pada Agustus 1946.

Hingga kini, forint masih digunakan dan relatif stabil.

2. Zimbabwe (2009)

Zimbabwe mengalami salah satu hiperinflasi terburuk dunia, dengan inflasi mencapai 79,6 miliar persen per bulan.

Pada 2009, pemerintah menghapus 12 nol dari mata uang lama sehingga 1 dolar baru setara 1 triliun dolar lama.

Nilai tukar yang terus jatuh membuat pemerintah akhirnya mengizinkan penggunaan mata uang asing.

Zimbabwe baru kembali memakai mata uang nasional pada 2019.

3. Yunani (1944)

Pasca-pendudukan Nazi, Yunani dilanda inflasi ekstrem.

Uang 100 miliar drachma bahkan tidak berarti banyak.

Setelah redenominasi, ekonomi perlahan membaik, meski butuh beberapa tahun hingga inflasi turun.

Yunani kemudian kembali mengganti mata uang pada 1954, sebelum akhirnya beralih ke euro pada 2001.

4. Jerman (1923)

Setelah Perang Dunia I, Jerman mencetak uang tanpa kontrol untuk membayar utang reparasi.

Pada puncaknya, inflasi mencapai 29.500 persen, dan uang 100 triliun papiermark hanya bernilai sekitar 24 dolar AS.

Rentenmark diperkenalkan dengan rasio 1 triliun papiermark = 1 rentenmark, langkah yang berhasil mengembalikan kepercayaan publik dan menjadi pondasi reformasi moneter berikutnya.

5. Yugoslavia (1994)

Dalam periode 1992–1994, Yugoslavia mengalami hiperinflasi terpanjang ketiga di dunia.

Pemerintah melakukan empat kali redenominasi dalam dua tahun.

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink