Pada kesempatan yang sama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa proyek ini berperan penting untuk melindungi sekitar 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk di wilayah terdampak.
Laksamana Madya TNI (purn). Didit Herdiawan Ashaf
Dalam proyek ini ia menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, ia mengungkapkan jika rencana pembangunan Giant Sea Wall ini akan dibangun sepanjang 575 km mencakup Teluk Jakarta, Semarang dan Jawa Tengah bagian utara dalam proses awal pembangunanya.
Badan Otorita juga melibatkan wakil ketua seperti Darwin Djajawinata dan Suhajar Diantoro, serta koordinasi dengan pemerintah daerah di lima provinsi sepanjang Pantura.
Hingga saat ini proyek masih dalam tahap finalisasi desain, studi kelayakan, dan penjajakan pendanaan.
Pemerintah telah menargetkan groundbreaking tahap awal proyek ini pada September 2026, khususnya untuk segmen Jakarta.
Dengan komitmen penuh dari AHY dan tim lintas kementerian, Giant Sea Wall diharapkan menjadi benteng pertahanan sekaligus katalisator pembangunan baru bagi wilayah pesisir utara Jawa. (jay)
- Harta Kekayaan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Disorot Usai Buka Puasa Mewah Viral, Segini Nilai LHKPN-nya
- Sosok Konglomerat Samarinda, Wisnu Wardhana Suami dari Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo
- Mengenal Pinka Haprani: Anak Puan Maharani, Cucu Megawati, dan Cicit Soekarno yang Jadi DPR di Bawah 30 Tahun





