Agus juga menekankan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi faktor kunci untuk mendorong partisipasi masyarakat.
Ia menilai warga berhak mendapatkan informasi yang transparan, akurat, dan mudah diakses sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat.
Ia menambahkan bahwa kerukunan sosial di tengah keberagaman harus terus dijaga bersama, karena hal tersebut menjadi ruang tumbuhnya demokrasi yang inklusif.
Di akhir pernyataannya, Agus berharap Pokja IDI mampu melahirkan rekomendasi yang aplikatif dan bisa diterapkan oleh seluruh pihak terkait.
Ia menegaskan bahwa peningkatan nilai IDI bukan sekadar persoalan angka, melainkan bagaimana demokrasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh langkah Pokja IDI. Koordinasi yang kuat antar-institusi diperlukan untuk menghadapi dinamika sosial dan politik di daerah,” pungkasnya. (adv)





