Senin, 18 Mei 2026

Ancaman Militer Amerika Serikat ke Iran Bisa Terjadi jika Tenggat Selat Hormuz tidak Dipenuhi

Trump Janji Serangan Besar ke Iran

Selasa, 7 April 2026 - 20:22

HORMUZ - Donald Trump ancam serang Iran jika Selat Hormuz tetap ditutup sebelum tenggat waktu/ Foto: Reuters

MEGAPOLITIK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum tegas kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik penting dalam konflik antara kedua negara. 

Trump menentukan batas waktu hingga Selasa, 8 April 2026, pukul 20.00 waktu AS (ET) bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau mencapai kesepakatan dengan Washington.

Jika Iran tetap menolak, Trump mengancam akan melancarkan serangan militer besar terhadap sejumlah infrastruktur penting di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan utama yang menopang negara tersebut. 

Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer yang telah berlangsung sejak awal konflik antara Amerika Serikat, Israel dan Iran

Ultimatum Trump dan Ancaman Serangan Militer

Presiden Trump telah menaikkan tekanan terhadap Iran melalui pernyataan langsung di media sosial dan wawancara dengan media internasional, memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur sipil Iran jika Selat Hormuz tetap ditutup oleh Tehran. 

Dalam unggahan di platform media sosialnya, Trump menegaskan kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan di seluruh Iran jika tenggat tidak dipenuhi. 

Trump secara jelas menyebut bahwa hari batas waktu bisa menjadi “Power Plant Day” dan “Bridge Day”, istilah yang ia gunakan untuk menunjukkan target utama operasi militer jika Iran gagal membuka selat tersebut. 

Ancaman ini datang setelah Iran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh pihak ketiga dan tidak menunjukkan tanda‑tanda akan membuka Selat Hormuz tanpa syarat tertentu. 

Militer Amerika Serikat pun diperkirakan telah mempersiapkan rencana operasi yang akan dimulai segera setelah tenggat berakhir, menandakan eskalasi signifikan dalam konflik bilateral yang sudah menewaskan ribuan orang dan memicu ketidakpastian global sejak Februari 2026. 

Posisi Iran dan Penolakan terhadap Ultimatum

Di pihak lain, pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka kembali Selat Hormuz tanpa kompensasi atau syarat tertentu atas kerusakan akibat perang yang dipaksakan oleh konflik yang sedang berlangsung. 

Menurut pernyataan dari pejabat tinggi Iran, Selat Hormuz hanya akan dibuka jika sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengompensasi kerugian perang serta mencakup kebijakan hukum baru yang diakui secara internasional. 

Iran mengecam ultimatum Trump sebagai tindakan yang putus asa dan tidak realistis, serta menolak seruan untuk penutupan konflik tanpa syarat yang mereka anggap merugikan kedaulatan nasionalnya. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink