Ia juga menyoroti pentingnya menjaga harga agar tetap kompetitif, sehingga Pasar Pagi tidak hanya menarik bagi warga lokal, tetapi juga pembeli dari luar daerah seperti pada masa sebelumnya.
“Pasar Pagi harus punya market yang jelas. Dulu pasar ini bukan hanya melayani masyarakat Samarinda, tetapi juga pembeli dari luar daerah,” katanya.
Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Penggerak Ekonomi
Abdul Rohim menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari megahnya infrastruktur yang telah dibangun.
Lebih penting dari itu adalah bagaimana pasar tersebut kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup dan mampu menggerakkan roda perdagangan masyarakat.
“Kita menginginkan proyek tersebut dapat berdampak kepada masyarakat dan menggerakkan ekonomi secara langsung,” tutupnya. (adv)





