Kamis, 2 April 2026

Di Tengah Perang dengan AS dan Israel, Iran Ekspor 11,7 Juta Barel Minyak ke China Lewat Selat Hormuz

Iran ekspor 11,7 juta barel minyak ke China

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:35

EKSPOR - Iran kirim 11,7 juta barel minyak ke China lewat Selat Hormuz sejak perang dengan AS dan Israel/ Foto: Ilustrasi AI

MEGAPOLITIK.COM - Iran dilaporkan telah mengekspor sekitar 11,7 juta barel minyak mentah ke China melalui Selat Hormuz sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026, menurut laporan CNBC yang mengutip data perusahaan pemantau kapal Tanker Trackers. 

Pengiriman tersebut tetap berlangsung meskipun konflik di kawasan Teluk memicu gangguan besar terhadap jalur pelayaran energi global di kawasan Selat Hormuz.

Data pelacakan kapal tanker menunjukkan bahwa seluruh pengiriman minyak tersebut diarahkan ke China, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pembeli utama minyak Iran.

Meski ketegangan militer meningkat dan lalu lintas kapal menurun tajam di Selat Hormuz, ekspor energi Iran ke Beijing tetap berjalan. 

Perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 terjadi setelah serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang kemudian memicu serangkaian serangan balasan dari Teheran. 

Konflik ini juga memicu krisis besar di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu titik terpenting perdagangan energi dunia. 

Volume Ekspor dan Jalur Pengiriman

Berdasarkan pemantauan Tanker Trackers, total ekspor minyak Iran ke China sejak 28 Februari mencapai 11,7 juta barel.

Meskipun beberapa analisis memperkirakan jumlah sebenarnya bisa mencapai sekitar 12 juta barel karena kapal-kapal yang tidak terlihat dalam data pelacakan konvensional. 

Selat Hormuz tetap menjadi jalur utama bagi ekspor minyak Iran karena posisinya strategis sebagai penghubung Teluk Persia dengan Laut Arab.

Beberapa kapal tanker Iran diketahui menggunakan strategi “going dark”, yaitu mematikan sistem pelacakan agar tidak terdeteksi, khususnya saat melintasi perairan yang berisiko tinggi.

Strategi ini memungkinkan pengiriman minyak tetap berlangsung meskipun kondisi keamanan di jalur pelayaran sangat berbahaya.

China Pembeli Utama Minyak Iran

China telah lama menjadi pembeli terbesar minyak Iran, bahkan di tengah berbagai sanksi internasional. 

Sebelum konflik terbaru, sebagian besar ekspor minyak Iran memang mengalir ke pasar China melalui jaringan perdagangan dan armada tanker khusus. 

Karena itu, meskipun risiko keamanan meningkat di Selat Hormuz, pengiriman minyak ke China tetap diprioritaskan. 

Beberapa laporan juga menyebut Iran mulai kembali memanfaatkan terminal ekspor lain seperti fasilitas Jask di Teluk Oman untuk mengurangi ketergantungan pada jalur Selat Hormuz

Kesimpulan

Laporan CNBC yang mengutip data dari Tanker Trackers menyatakan bahwa Iran telah mengekspor sekitar 11,7 juta barel minyak mentah ke China melalui Selat Hormuz sejak perang dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026. 

Meskipun konflik menimbulkan tekanan besar terhadap jalur pelayaran, pengiriman minyak Iran ke China tetap berlangsung, menegaskan keberlanjutan hubungan energi strategis kedua negara di tengah ketegangan geopolitik. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink