Narasumber Beni Sianturi memberi sorotan tajam pada lemahnya literasi hak-hak publik di tingkat desa.
Menurutnya, masih banyak masyarakat tidak mengetahui akses terhadap dokumen publik, mekanisme pengaduan, hingga hak untuk menolak kebijakan yang tidak partisipatif.
“Selama hak publik tidak dipahami, masyarakat akan selalu berada pada posisi pasif. Demokrasi membutuhkan warga yang kritis dan tahu apa saja hak mereka dalam mengontrol kekuasaan,” tegas Beni.
Sementara Victor Boni Pasilala menekankan pentingnya membangun culture of responsibility.
Ia menyebut demokrasi akan timpang jika masyarakat hanya menuntut hak tanpa menjalankan kewajiban sosial.
“Kewajiban menjaga ketertiban, ikut musyawarah desa, hingga mengawasi penggunaan anggaran adalah fondasi masyarakat sipil. Itu tidak bisa diwakilkan,” ujarnya.
Desa Jadi Titik Penting Pendidikan Demokrasi
Didik Agung mengatakan bahwa desa adalah ruang paling nyata bagi warga untuk mempraktikkan demokrasi sehari-hari.





