Ia menjelaskan bahwa banyak persoalan sosial dapat diminimalkan jika masyarakat kembali memahami nilai gotong royong, toleransi, dan saling menghargai.
Sementara itu, Beni Sianturi menekankan bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan, tetapi pedoman dalam bertindak.
“Kalau kita bicara Pancasila, yang paling penting adalah bagaimana nilai itu menjawab persoalan nyata. Mulai dari menjaga kerukunan antarwarga sampai bijak menyikapi perbedaan,” katanya.
Melalui kegiatan Sosperda ini, Didik berharap masyarakat Manunggal Jaya semakin memahami Perda Nomor 9 Tahun 2023 sehingga implementasinya tidak hanya berhenti di ruang sosialisasi, tetapi terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika nilai Pancasila hidup dalam cara kita berinteraksi, maka ketahanan sosial akan lebih kuat. Itulah tujuan utama peraturan daerah ini,” tutup Didik.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, DPRD Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. (adv)





