“Banyak yang ketika hendak berbelok atau berputar ke kanan langsung memotong jalur. Saya sering melihat hal semacam ini, dan jelas itu berpotensi menimbulkan pelanggaran serta kecelakaan,” tambahnya.
Subandi menegaskan bahwa keberadaan median sangat membantu menata lalu lintas menjadi lebih rapi, terlebih di kawasan yang dilengkapi flyover.
Median bisa berupa pulau beton yang lebih tinggi, area rumput, marka khusus, atau bentuk penghalang fisik lain.
Meski begitu, politisi PKS tersebut menyampaikan bahwa penentuan bentuk dan desain median tetap bergantung pada kajian teknis dari dinas terkait.
Kendati demikian, ia tetap mendorong agar pemerintah segera mengambil langkah konkret guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut, salah satunya melalui pembangunan median.
“Jika nanti ada agenda hearing, persoalan ini akan kami sampaikan. Ini merupakan aspirasi dan keluhan masyarakat,” pungkasnya. (adv)





