Pilar ketiga berfokus pada peningkatan latihan militer bersama serta kerja sama operasional antara kedua negara.
Melalui latihan gabungan yang lebih intensif, Indonesia dan Amerika Serikat berupaya memperkuat interoperabilitas atau kemampuan bekerja sama antarangkatan bersenjata.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup peningkatan kompleksitas latihan bilateral dan multilateral, termasuk latihan pasukan khusus, guna memperkuat kemampuan kolektif dalam menjaga stabilitas kawasan.
Arah Baru Hubungan Pertahanan
Pembentukan MDCP menandai babak baru dalam hubungan pertahanan Indonesia–Amerika Serikat yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Dengan tiga pilar utama tersebut, kedua negara tidak hanya memperkuat kerja sama militer, tetapi juga membuka peluang kolaborasi teknologi dan strategi pertahanan di masa depan.
Kemitraan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memperdalam hubungan strategis dengan Amerika Serikat di bidang keamanan dan pertahanan. (daf)





