Kamis, 2 April 2026

Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz bagi Negara Lain, Namun Ada Syarat Terkait AS dan Israel

Syarat Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:27

SELAT - IRGC Iran tawarkan akses Selat Hormuz bagi negara yang usir diplomat AS dan Israel/ Foto: Tasnim News

MEGAPOLITIK.COM - Republik Islam Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC) mengeluarkan pernyataan baru terkait akses ke Selat Hormuz yang strategis, yang merupakan salah satu jalur laut paling penting di dunia. 

IRGC menyatakan bahwa negara‑negara yang bersedia mengusir Duta Besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya akan diberikan hak penuh untuk melewati Selat Hormuz secara bebas, sebuah sikap baru yang mencerminkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. 

Pernyataan ini disiarkan oleh media pemerintah Iran dan dikutip berbagai media internasional pada Selasa, 10 Maret 2026, di tengah konflik yang semakin intens antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel

Menurut IRGC, negara‑negara Arab dan Eropa yang mengambil langkah tersebut akan memperoleh akses tanpa hambatan melalui Selat Hormuz mulai tanggal 10 Maret, sekaligus mendapatkan “wewenang penuh” untuk navigasi di jalur laut tersebut. 

Selat Hormuz merupakan chokepoint vital dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen dari perdagangan minyak dunia dan ekspor gas alam cair diperkirakan melewati jalur ini. 

Penutupan atau gangguan signifikan di Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada pasar energi dunia, harga minyak, serta kestabilan ekonomi global. 

Permainan Diplomatik Iran

Langkah yang diambil oleh IRGC dinilai sebagai manuver diplomasi keras (hard diplomacy) dalam konteks konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel

Menurut pernyataan yang disiarkan, Iran menggunakan kontrol geografisnya atas Selat Hormuz sebagai alat tawar politik terhadap negara‑negara yang selama ini mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Israel

IRGC juga menegaskan bahwa selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung, Iran tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak diekspor ke pihak yang bermusuhan, sebuah pernyataan yang semakin menegaskan sikap keras Teheran terhadap sekutu Amerika Serikat .

Ini menunjukkan bahwa pernyataan tentang akses selat bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan bagian dari strategi tekanan geopolitik yang lebih luas. 

Ketegangan Militer Picu Gangguan Lalu Lintas di Selat Hormuz

Sebelumnya, lalu lintas kapal di Selat Hormuz sempat mengalami paralisis karena meningkatnya ketegangan militer di kawasan. 

Banyak kapal tanker minyak dan kapal dagang menunda atau membatalkan rute melalui jalur ini demi keselamatan awak dan barang. 

Hal ini menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran pasar global mengenai pasokan energi yang stabil. 

Sumber berita juga menyebut bahwa beberapa negara Teluk di kawasan telah mengurangi produksi minyak secara signifikan, sebagai respons terhadap situasi pasar yang tidak menentu. Disrupsi di selat ini tidak hanya berdampak pada ekonomi negara di kawasan, tetapi juga berimplikasi pada ekonomi global dan pasokan energi di wilayah Asia, Eropa, dan Amerika. (daf)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink