Kamis, 2 April 2026

Kematian Khamenei Picu Lega Sebagian Warga Iran, Ternyata Ini Alasannya

Berakhirnya era Khamenei

Jumat, 6 Maret 2026 - 8:23

IRAN - Wafatnya Khamenei memicu leganya sebagian warga Iran, membuka harapan reformasi dan kebebasan/ Foto: amwaj media

MEGAPOLITIK.COM - Berita tentang tewasnya Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 akibat serangan udara oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel memicu reaksi sangat beragam di Iran.

Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 sampai wafatnya pada 2026, artinya ia memimpin sekitar 36–37 tahun. 

Sebagian warga menyampaikan duka, terutama pendukung sistem dan komunitas religius yang melihat Khamenei sebagai pemimpin spiritual dan simbol revolusi.

Namun, beberapa warga di sejumlah wilayah juga bereaksi berbeda terhadap kabar tersebut.

Beberapa video yang beredar menunjukkan sorakan, musik, tarian, dan kembang api di kota-kota besar seperti Tehran dan Isfahan.

Bagi sebagian warga, peristiwa ini dipandang sebagai simbol berakhirnya era kepemimpinan yang mereka nilai represif.

Ekspresi seperti teriakan “kebebasan” juga muncul dalam rekaman yang beredar setelah kabar kematian itu menyebar.

Reaksi ini muncul bukan tanpa alasan, karena banyak warga merasa selama era Khamenei, kehidupan politik dan sosial mereka semakin tertekan, terutama setelah protes besar pada 2025–2026 yang menuntut reformasi dan kebebasan lebih luas.

1. Penguasa Sentral dan Otoriter

Khamenei menjadi Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak 1989 setelah menggantikan pendiri negara, Ruhollah Khomeini, dan memegang kendali penuh atas semua cabang pemerintahan sampai wafatnya pada 2026. 

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink