Dalam perannya, ia memiliki kekuasaan eksekutif dan militer tertinggi serta berpengaruh atas legislatif, yudikatif, dan kebijakan luar negeri.
Perubahan paling fundamental adalah kekuatan absolut yang dia konsolidasikan di kantor pemimpin tertinggi, di mana keputusan besar politik, ekonomi, dan militer dijalankan berdasarkan otoritasnya sendiri, bukan lembaga demokratis independen.
2. Ekonomi dan Jaringan Finansial Besar
Lewat organisasi seperti Setad (Execution of Imam Khomeini’s Order) dan Astan Quds Razavi, pengaruh Khamenei merambah sektor ekonomi penting.
Lembaga‑lembaga ini tumbuh menjadi konglomerat kuat yang jauh dari pengawasan publik dan transparansi, sesuatu yang menimbulkan kritik tajam dari oposisi dan aktivis.
3. Represi dan Penindasan
Kepemimpinan Khamenei ditandai oleh beberapa gelombang besar protes massal termasuk puncaknya pada 2009, 2019, dan 2025–2026 yang sering kali dibalas dengan penggunaan kekuatan militer, penangkapan massal, dan kekerasan terhadap demonstran.
Banyak laporan independen menyebut ribuan orang tewas atau ditahan oleh aparat keamanan.
Penegakan aturan sosial yang ketat terhadap perempuan, termasuk hukum wajib hijab dan pembatasan kebebasan pribadi, kerap menjadi pemicu ketidakpuasan publik dalam negeri dan dikritik keras oleh kelompok hak asasi manusia internasional.





