Desmond Junaidi Mahesa bahkan sempat mengalami intimidasi fisik.
Desmond Junaidi Mahesa ditempatkan di sebuah bangunan besar yang sepi bersama sejumlah aktivis lainnya yang juga ditahan saat itu.
Karena keterbatasan penglihatan tanpa kacamata, Desmond Junaidi Mahesa tak mampu mengidentifikasi para penculik maupun memastikan lokasi tempat ia ditahan.
Desmond Junaidi Mahesa hanya meyakini bahwa penculikan tersebut dilakukan oleh pihak dengan organisasi yang terstruktur rapi.
Dibebaskan Setelah Dua Bulan
Desmond Junaidi Mahesa akhirnya dibebaskan pada 3 April 1998.
Desmond Junaidi Mahesa diantar menggunakan mobil dan diberi tiket pesawat menuju Banjarmasin dengan identitas berbeda.
Setibanya di Kalimantan Selatan, Desmond Junaidi Mahesa langsung melaporkan peristiwa penculikan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan dalam rangkaian kasus penculikan aktivis menjelang runtuhnya Orde Baru.





