Kamis, 2 April 2026
DPRD Kaltim

Legislator Ungkap APBD 2026 Mesti Jaga Fondasi Kesejahteraan Masyarakat Kaltim

Jumat, 21 November 2025 - 8:3

DPRD KALTIM - Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Abdurrahman KA (Kolase: Mega Politik)

MEGAPOLITIK.COM - Tekanan fiskal yang dihadapi Kalimantan Timur pada tahun anggaran 2026 dinilai bukan sekadar persoalan hitungan anggaran, tetapi ujian bagi kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah ancaman ketimpangan pembangunan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Abdurrahman KA, menegaskan bahwa situasi ini menuntut arah kebijakan yang lebih tegas dan berani.

Ia menilai masih banyak persoalan fundamental masyarakat yang belum terselesaikan dan justru membutuhkan penguatan lintas sektor.

APBD 2026 harus memiliki orientasi yang jelas: memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, memperbaiki infrastruktur pendukung, mendorong pemerataan daya beli, mengakselerasi penanganan stunting, serta meningkatkan kesejahteraan,” ujar Abdurrahman, legislator dari dapil Penajam Paser Utara dan Paser.

Abdurrahman menekankan bahwa di balik angka-angka anggaran, terdapat realitas yang tidak boleh diabaikan, yaitu kesenjangan layanan publik yang masih lebar, terutama bagi warga di daerah penyangga dan wilayah yang jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi.

“PR penurunan stunting masih besar dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Ia menyebut stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi gambaran dari lemahnya pembangunan dasar seperti sanitasi, akses air bersih, dan ketahanan pangan keluarga.

Karena itu, isu ini harus menjadi prioritas dalam penyusunan belanja 2026.

Ia juga mengingatkan bahwa infrastruktur pemerataan tidak boleh terkena dampak pemangkasan anggaran, karena akses jalan, jembatan, layanan pendidikan, dan fasilitas kesehatan adalah penopang utama peningkatan daya beli masyarakat.

Dalam kondisi fiskal yang terhimpit, menurut Abdurrahman, keberanian menentukan prioritas menjadi kunci.

Kesalahan dalam menetapkan alokasi anggaran dapat berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup masyarakat yang paling rentan serta memperlebar ketimpangan antarwilayah.

Dengan tegas, ia menegaskan bahwa APBD 2026 harus menjadi instrumen pemulihan, bukan sekadar alat untuk bertahan.

Komitmen ini, kata Abdurrahman, penting agar Kaltim tidak gagal melindungi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

(adv)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink