Jumat, 3 April 2026
Maduro Ditangkap dan Minyak Venezuela

Maduro Ditangkap, Trump Dorong Perusahaan Minyak AS Masuk ke Venezuela! Exxon Mobil, Chevron, atau ConocoPhillips?

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:37

TUNJUKKAN FOTO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump/ X @realDonaldTrump

MEGAPOLITIK.COM -  Setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, Presiden Donald Trump langsung menyalakan ambisi baru: membuka kembali industri minyak Venezuela bagi perusahaan-perusahaan besar AS.

Trump mengatakan bahwa industri minyak AS bisa menghidupkan kembali operasi di Venezuela “dalam waktu kurang dari 18 bulan,” dengan catatan akan ada pengeluaran besar.

“Perusahaan minyak akan mengeluarkan uang, kemudian diganti oleh pemerintah AS atau dari pendapatan masa depan,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Ancaman Trump ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Exxon Mobil, Chevron, atau ConocoPhillips siap untuk mengambil peluang emas di tengah risiko politik dan sanksi yang masih berlaku?

Amerika Serikat Siap Bayar, Minyak Venezuela Jadi Target

Trump optimistis bahwa memanfaatkan cadangan minyak Venezuela akan menurunkan harga minyak global.

“Memiliki Venezuela sebagai produsen minyak baik bagi Amerika Serikat karena bisa menahan harga minyak tetap rendah,” tambahnya.

Meski begitu, sejarah menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini berhati-hati.

Pada 1970-an dan 2000-an, pemerintah Venezuela menasionalisasi aset minyak asing, termasuk Exxon dan ConocoPhillips, yang menyebabkan miliaran dolar aset mereka hilang.

Chevron, bagaimanapun, tetap bertahan berkat pengecualian sanksi terbatas.

CEO Exxon Mobil Darren Woods pun menegaskan kehati-hatiannya: “Kami sudah dua kali diekspropriasi di Venezuela. Kami harus melihat dulu bagaimana ekonominya.” melansir dari situs yang sama. 

 

Strategi Trump: Investasi vs. Risiko

Sekretaris Energi AS, Chris Wright, akan memimpin negosiasi dengan Exxon dan ConocoPhillips untuk membahas rencana pembangunan kembali infrastruktur minyak Venezuela.

Rencana ini termasuk penggunaan dana perusahaan untuk perbaikan awal, kemudian diganti melalui kompensasi pemerintah atau pendapatan minyak di masa depan.

Trump percaya, jika perusahaan minyak AS mau masuk, ini bisa menjadi “win-win”: perusahaan mendapatkan keuntungan besar, sementara AS mengendalikan harga minyak global dan memperluas pengaruh geopolitik di Amerika Latin.

Namun, perusahaan minyak besar tampak skeptis.

Riwayat penyitaan aset, sanksi yang masih berlaku, dan instabilitas politik menjadi pertimbangan utama sebelum mereka memutuskan masuk ke Venezuela.

Dengan Maduro ditangkap dan Trump mendorong AS untuk mendominasi industri minyak Venezuela, mata dunia kini tertuju pada tiga pemain utama: Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips.

Apakah mereka berani mengambil risiko geopolitik demi potensi keuntungan miliaran dolar?

Waktu yang akan menjawab. (tam)

 

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink