Skor CPI 37 menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
Meski berbagai regulasi dan lembaga antikorupsi telah dibentuk, persepsi publik dan dunia internasional menilai praktik korupsi masih mengakar di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, politik, hingga pengadaan barang dan jasa.
Sejumlah pengamat menilai stagnasi skor CPI Indonesia mencerminkan lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus besar serta berkurangnya independensi lembaga antikorupsi.
Hal ini berpotensi memengaruhi kepercayaan publik, iklim investasi, dan kualitas demokrasi.
Negara ASEAN dengan Skor Terbaik
Di sisi lain, Singapura kembali menjadi negara dengan skor tertinggi di Asia Tenggara, yakni 84.
Skor ini menegaskan posisi Singapura sebagai negara dengan tata kelola pemerintahan paling bersih di kawasan, bahkan bersaing dengan negara-negara maju dunia.
Sementara itu, Malaysia mencatat skor 50, berada di atas rata-rata kawasan dan menunjukkan perbaikan dibanding sejumlah negara tetangganya.
Vietnam dan Timor Leste sama-sama memperoleh skor 40, sedikit lebih baik dari Indonesia namun masih jauh dari kategori bersih.
Tantangan Pemberantasan Korupsi di Kawasan
Laporan CPI 2025 menegaskan bahwa korupsi masih menjadi persoalan struktural di Asia Tenggara.





