MEGAPOLITIK.COM - Krisis politik melanda Nepal setelah Perdana Menteri K. P. Sharma Oli resmi mengundurkan diri pada 9 September 2025.
Aksi protes besar yang dipimpin generasi muda menuntut pencabutan aturan registrasi akun media sosial dan transparansi anggaran negara.
Unjuk rasa berlangsung hampir tiga minggu dan memaksa pemerintah mengambil langkah cepat untuk meredakan ketegangan.
Kemudian Presiden Ram Chandra Poudel menunjuk mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, sebagai perdana menteri interim sambil menetapkan pemilu dipercepat pada Maret 2026.
Peristiwa di Nepal menambah panjang daftar kepala negara dan perdana menteri yang lengser dari jabatan dalam satu tahun terakhir.
Deretan Pemimpin Dunia yang Turun Jabatan
Nepal bukan satu-satunya negara yang mengalami pergantian pemimpin secara dramatis.
Dalam satu tahun terakhir, sejumlah kepala negara dan perdana menteri di berbagai belahan dunia yang lengser dari jabatan:
Luvsannamsrain Oyun-Erdene – Perdana Menteri Mongolia
Oyun-Erdene resmi lengser dari jabatan pada 3 Juni 2025 setelah kalah dalam mosi percaya parlemen.
Ia hanya meraih 44 suara dari 126 anggota, jauh dari batas minimum 64 suara.
Protes publik di Ulaanbaatar terkait dugaan korupsi, ketidakadilan sosial, dan gaya hidup mewah keluarganya memperburuk posisinya.
Pada 13 Juni 2025, Gombojavyn Zandanshatar disetujui parlemen sebagai pengganti dengan dukungan 92,3 persen suara.





