Namun tanpa biaya operasional yang cukup dan peralatan medis yang memadai, manfaatnya tidak akan dirasakan secara optimal.
Selain soal kelengkapan fasilitas, ia juga menyoroti pentingnya menjaga agar layanan jantung tetap dapat diakses seluruh warga, terutama masyarakat kurang mampu yang kerap kesulitan memperoleh layanan spesialis.
“Kita berharap gedung ini bukan hanya tampak megah, tetapi benar-benar bisa diakses semua kalangan tanpa beban biaya yang tinggi,” tegasnya.
Ia meminta Pemprov Kaltim, DPRD, dan manajemen RSUD Kanujoso memperkuat koordinasi agar persoalan pendanaan tidak menghambat berjalannya fasilitas strategis tersebut.
Dengan dukungan anggaran yang memadai, Gedung Jantung Terpadu Kanujoso diharapkan dapat segera beroperasi maksimal sebagai pusat rujukan jantung regional dan mempercepat layanan penanganan penyakit jantung di Kaltim. (adv)





