Sinergi dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan diperlukan agar kualitas sumber daya manusia dapat disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri.
Helmi menjelaskan, perusahaan saat ini semakin selektif dalam merekrut tenaga kerja.
Selain memperhatikan latar belakang pendidikan, pelamar juga dituntut memiliki kemampuan yang relevan dengan posisi yang dibutuhkan.
"Untuk mencari pekerjaan dan masuk ke dunia usaha itu tidak semudah itu. Karena itu modal ijazah saja tidak cukup," ujarnya.
Karena itu, ia mendorong generasi muda di Samarinda mulai meningkatkan kompetensi melalui penguasaan keterampilan tertentu yang dapat menjadi nilai tambah saat mengikuti proses seleksi kerja.
Kemampuan tersebut dapat berupa keahlian teknis maupun keterampilan lain yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.
"Kita minta juga kepada warga masyarakat, khususnya generasi muda, minimal punya satu keahlian yang bisa mendukung. Jadi ketika perusahaan membutuhkan itu, mereka tidak tereliminasi," ucapnya.
Helmi juga menekankan pentingnya memaksimalkan fungsi Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) serta berbagai lembaga pelatihan kerja sebagai sarana meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.





