Pembelian, perubahan jadwal, dan refund bisa dilakukan melalui aplikasi resmi maupun situs web resmi.
Fasilitas layanan juga mulai diperbarui, sejumlah stasiun sudah dilengkapi ruang tunggu dan lounge yang lebih modern, vending machine tiket, dan integrasi antarmoda yang semakin baik.
Tantangan Pembiayaan dan Arah Ke Depan
Meski performa operasional Whoosh terus berikan arah yang positif, beban keuangan proyek ini masih menjadi perhatian utama.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama PT Kereta Cepat Indonesia China sedang menyusun skema penyelesaian utang sekitar Rp 116 triliun agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Opsi seperti restrukturisasi pinjaman, perpanjangan tenor, dan skema non-APBN tengah dikaji sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan proyek tanpa langsung menggunakan dana negara.
Kesimpulan
Di tengah sorotan terhadap besarnya utang proyek yang mencapai Rp116 triliun, performa positif kereta cepat whoosh tetap menunjukkan performa operasional yang mengesankan.
Dalam dua tahun beroperasi, layanan kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini berhasil mencatat lebih dari 12 juta penumpang dengan tingkat ketepatan waktu hampir sempurna.
Selain meningkatkan mobilitas antarwilayah, Whoosh juga memberi dampak ekonomi bagi kawasan sekitar stasiun dan mendorong inovasi dalam layanan transportasi publik nasional. (daf)





