MEGAPOLITIK.COM - Presiden Prabowo Subianto dikonfirmasi untuk menghadiri rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 48 ASEAN yang dilaksanakan di Cebu, Filipina pada 7-8 Mei 2026.
Hal ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Dalam kesempatan ini Presiden Prabowo Subianto akan mengikuti tiga forum pemimpin, yaitu KTT Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada kamis malam (7/5/2026) waktu setempat.
Kemudian KTT pleno ASEAN, serta sesi retret para pemimpin ASEAN pada 8 Mei 2026.
KTT ASEAN Berfokus pada Ketahanan Pangan Dan Energi Akibat Konflik Timur Tengah
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 Persen: Rupiah Justru Anjlok, Ini Penyebabnya
- Agus Harimurti Yudhoyono Kawal Ketat Pembangunan Proyek Giant Sea Wall Pantura, Berikut Pejabat yang Terlibat Didalamnya
- Dari Rumah Murah hingga Satgas PHK, Ini Deretan Janji Prabowo untuk Buruh di Hari Buruh 2026…
Direktur jenderal badan panitia nasional (NOC) ASEAN 2026, Hellen De La Vega, mengatakan para pemimpin Asia Tenggara akan memfokuskan dialog pada ketahanan pangan dan energi serta pergerakan aman warga ASEAN di luar kawasan dalam konferensi pers Selasa (5/5/2026) waktu setempat.
Dalam kesempatan yang sama, pelaksana ketua Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Filipina Dave Gomez juga menyampaikan pendapatnya.
Ia menyatakan bahwa ketahanan bencana adalah agenda di mana negara-negara anggota ASEAN berkomitmen terhadap kerangka kerja kolaboratif yang menegaskan sistem peringatan dini berbasis komunitas, respons kemanusiaan yang sigap, dan dukungan bagi masyarakat terdampak.
3 Pejabat yang Mendampingi Presiden Selama KTT ASEAN di Cebu Filipina
Meskipun fokus utama dalam KTT ini mencakup ketahanan energi serta koordinasi kawasan dalam merespons perkembangan geopolitik dunia, namun dalam kesempatan itu Presiden Prabowo juga akan membahas penguatan kerja sama antarnegara anggota guna menghadapi dinamika global.
Ia berharap pertemuan para pemimpin ASEAN ini akan memperkokoh soliditas kawasan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor strategis.
Keberangkatan Prabowo dilepas langsung oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
Selain itu, Presiden Prabowo juga tidak bertolak ke Cebu, Filipina seorang diri.
Pada kesempatan ini, ia juga turut ditemani beberapa pejabat kabinet merah putih selama mengikuti rangkaian kegiatan KTT ASEAN di Cebu Filipina, 3 Pejabat Kabinet Merah Putih tersebut adalah:
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam pertemuan ini bahlil menyebut nikel akan menjadi salah satu komoditas yang dibahas dalam sektor energi salah satunya potensi pengembangan baterai berbasis nikel.
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kehadirannya sebagai sekretaris kabinet tentunya untuk mendukung agenda strategis negara. Perannya meliputi memfasilitasi jalannya pertemuan, memastikan koordinasi kebijakan, serta menunjang kelancaran tugas Presiden dalam memperkuat ekonomi dan stabilitas kawasan di KTT ke-48 ASEAN.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ia menjadi delegasi RI pada ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting ke-27. Ia berfokus mengawal isu ekonomi, terutama mempercepat negosiasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan memperkuat ketahanan pangan serta energi kawasan ASEAN, khususnya Indonesia.(jay)Baca juga:
- Pengadaan Ribuan Motor SPPG Hampir Rp1 Triliun, Urgensinya untuk Program MBG Justru Dipertanyakan
- Yaqut Sempat Tahanan Rumah, MAKI Curiga Ada yang Tak Beres di KPK! Desak DPR RI Bentuk Panitia Kerja
- Harta Kekayaan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Disorot Usai Buka Puasa Mewah Viral, Segini Nilai LHKPN-nya





