Dari jumlah tersebut, Mozambik menjadi satu-satunya negara yang mengalami peningkatan, sementara negara lainnya mencatat penurunan.
Beberapa catatan penting:
- Australia mengalami penurunan terbesar, dari 67% menjadi 46,8% (-20 poin).
- Chile dan Uruguay turun masing-masing 17,7 poin dan 16,5 poin.
- Amerika Serikat dan Kanada turun 14 poin.
- Mozambik meningkat 5 poin, mencapai 61% pada 2020, setelah berakhirnya kampanye anti-agama pemerintah pada 1980-an.
Penurunan signifikan juga terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika Barat, termasuk Prancis, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Italia, sebagian besar karena tingginya angka disafiliasi agama, yakni orang dewasa yang meninggalkan agama Kristen setelah dibesarkan dalam keluarga Kristen.
Sementara itu, beberapa negara besar seperti Brazil, Polandia, dan Meksiko masih mempertahankan mayoritas Kristen yang tinggi, meski mengalami sedikit penurunan.
Tren ini menunjukkan pergeseran global dalam lanskap agama, terutama di kawasan Barat, di mana masyarakat cenderung semakin tidak terafiliasi secara religius.
Dampak Perubahan Proporsi Kristen Global
Perubahan proporsi umat Kristen tidak hanya bersifat statistik.
Fenomena ini memiliki implikasi sosial, budaya, dan politik, mulai dari kebijakan publik hingga dinamika komunitas lokal.





